Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Hatur Nuhun Kang Said

Hatur Nuhun Kang Said
KH Said Aqil Siroj (Foto: NUO)
KH Said Aqil Siroj (Foto: NUO)

Di kalangan NU salah satu panggilan akrab terhadap Prof Dr. Kh. Said Aqil Siradj. MA  adalah Kang Said. Ketum PBNU 2 periode yang pada Muktamar NU ke 34 Lampung kemarin mengakhiri kepemimpinannya, digantikan oleh Gus Yahya C Stakuf. 


Saya Alhamdulillah beberapa kali bisa menemui beliau di ruang kerjanya di Kantor PBNU Salemba. Saya juga bersyukur suatu ketika pada Maret tahun 2017 bisa menghadirkan beliau ke kampung saya,  menghadiri acara Halaqoh Alim Ulama se Priatim. 


Waktu itu acara di laksanakan di ponpes Miftahul Ulum Tonjong Jamanis. Saya menjalankan keinginan sesepuh ulama Tasik Utara Mama KH Jaohari Arifin yang menginginkan sekali kehadiran Ketum PBNU Kh Said Aqil Siradj.  


Waktu itu saya bawa Uwa Ajengan Jao ke PBNU beserta beberapa pengurus MWC NU Jamanis. Sayang waktu itu mendadak Kang Said di panggil ke Istana jadi kita batal menemui beliau. Kedua kalinya hanya kita Generasi Muda NU level MWC datang ke PBNU. Alhamdulillah beliau betkenan menerima dan memenuhi permintaan jadwal kegiatan kami di kampung. 


Saya seneng bukan main,  kontak intensif saya dengan ajudan beliau terus di jaga hingga Kang Said benar-benar bisa datang ke Jamanis. Waktu itu menginap di hotel Santika dan saya siapkan semua keperluan akomodasi dan alat transportasinya karena beliau juga sekalian jadwal ke Banjar Sari. 


Acara alhamdulillah sukses dengan di hafiri ribuan ulama dan kiai serta jamaah se priatim. Saya merasa lunas hutang ke uwa ajengan Jao. Bahagia tiada tara. Namun ada hal yang membuat saya semakin bahagia yaitu ketika bisa menemani di kamar Hotel, dan berangkat satu mobil dengan Kang Said ketika pulang menujj Bandara Wiriadinata Tasikmalaya. 


Selama dimobil berdiskusi dengan beliau, dan mendapatkan pesan-pesan mencerahkan dari sosok alim alamah yang merupakan pemimpin Jamiyyah terbesar di Indonesia. 


Di Bamdara sambil menunggu jadwal take off beliau tanpa sungkan ngopi di warung kecil sekitar bandara. Bersama teman-teman aktifis muda NU Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Beliau sungguh bersahaja dan mengayomi kita kaum muda NU. Beliau menyampaikan banyak hal yang membuat kita semakin kagum betapa luas wawasan dan pengalaman beliau dalam dunia keilmuan dan pengalaman memimpin organisasi NU di tengah Pergaulan dunia dan kenegaraan di republik ini. 


Kini 2 periode kepemimpinan Kang Said di PBNU telah usai,  digantikan oleh sesama anak ideologis Alm Gus Dur yaitu Gus Yahya C Stakuf. Ada banyak peran, kiprah dan jasa yang sudah Kang Said berikan untuk Jamiyyah, jamaah NU dan bangsa ini. 


Pengembangan Perguruan Tinggi NU begitu berkembang pesat. Wacana dan gerakan dakwah Islam Washatiyah begitu ajeg menjadi simbol tegas NU, menjaga NKRI. melawan organisasi berbasis trans nasional dengan ideologi salafi wahabi dan gerakan radikalismenya. 


Dibawah kepemimpinan Kang Said, diakui atau tidak. NU telah menjadi organisasi yang semakin di segani di dalam maupun di luar negeri. Maka tidaklah heran wacana Ke-NU an saat ini tidak hanya menasional akana tetapi mendunia. 


Terima kasih Kang Said. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan panjang umur oleh Allah SWT untuk terus menginspirasi kami kader-kader muda NU. 


Usman Kusmana, Ketua LTN NU Kab. Tasikmalaya

Ngalogat Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×