Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Haji itu Wukuf di Arafah (2)

Haji itu Wukuf di Arafah (2)
Haji itu Wukuf di Arafah (2). (ilustrasi: NUO).
Haji itu Wukuf di Arafah (2). (ilustrasi: NUO).

Adapun Ibadah Haji mengandung hikmat sebagaimana Allaah berfirman:


واذن فى الناس بالحج ياتوك رجالا وعلى كل ضامر ياتين من كل فج عميق ليشهدو منافع لهم


"Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari setiap penjuru yang jauh; Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka...".


Manaafi Ibadah Haji


Banyak sekali manfaat dari ibadah haji, baik secara lahiriyah maupun bathiniyah. Secara lahiriyah, para hujaj akan diperkenalkan pada tempat-tempat bersejarah, tapak tilas jejak orang-orang shalih yang telah berhasil diuji tingkat ketaqwaannya,  yaitu Nabi Ibrahim as, Nabi Ismail, dan Sayyidatina Hajar, di samping itu akan lebih dekat mengenal Masjidil Haram (Mekah), yang di dalamnya ada Ka'bah arah kita menghadap dalam shalat, Hajar Aswad (batu hitam) yang menempel di sudut Rukun Hajar Aswad, ada Hijir Ismail, di atasnya ada Talang Mas, Maqam Ibrahim (bekas kedua telapak kaki Nabi Ibrahim as di atas sebuah batu, sewaktu beliau menaksir Ka'bah yang dibangunnya), ada Rukun Hajar Aswad, Rukun Yamani, Rukum Syami, dan Rukun Iraqi, Multajam, sebuah tempat di antara rukun hajar aswad dan pintu ka'bah. Ada pula Zamzam, ada Mas'a (tempat sya'i), bukit Shafa dan Marwah yang kesemuanya merupakan maqam ijabah (tempat ijabah) do'a-do'a.


Di luar kota Mekah tapi termasuk tanah suci, antara 7 sampai 21 km, ada Padang Arafah tempat wukuf ibadah haji, di sana ada juga Jabal Rahmat tempat bertemunya Nabi Adam as dengan isterinya Bunda Hawa, setelah sekian waktu berpisah dan keluar dari sorga. Ada juga Muzdalifah atau Masy'aril haram, tempat mabit sebelum melakukan Jumrah di Mina. Di sana ada maqam ijabah, ada pula sebuah kawasan tempat Allah menurunkan siksa kepada balatentara Raja Abrahah yang mau merusak Ka'bah dengan burung Ababil.


Jika mengetahui tempat tersebut dan kita melewatinya, maka harus berjalan lebih cepat, bergegas, begitu munurut ulama guru kita.


Mina adalah tempat jumrah, para hujaj mabit di sana pada tanggal 11, 12, bagi yang nafar awwal, dan 13 bagi yang nafar tsani. Di sana ada tempat jumratul 'Aqabah yang dilempar tanggal 10 Dzulhijjah, jumratul uula, wushtha, dan 'aqabah pada tanggal 11, 12, dan 13.


Di sana pula ada Masjid Khaif. 'Arafah, Muzdalifah, dan Mina termasuk pula maqam-maqam ijabah di luar Masjidil Haram Mekah. 


Tempat-tempat di dalam Masjidil Haram, seperti Ka'bah, Hijir Ismail, Maqam Ibrahim, Rukun Hajar Aswad, Air Zamzam, Shofa, dan Marwah, Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina adalah tempat-tempat tertentu yang dilakoni para jemaah haji sebagai rangkaian dari prosesi ibadah haji (manasik haji); baik rukun, wajib, maupun sunnat.


Di samping itu para jemaah haji akan mengenal pula Miiqat Makaani; Dzul Khulaifah atau Bir Ali bagi yang datang dari arah Madinah, Yulamlam atau Qarnul manaazil,  bagi jamaah yang datang dari arah Asia, termasuk Indonesia. Dan bagi yang melaksanakan Umrah sunnat dan telah menetap di kota Mekah, Tan'iim, Jaronah, dan Hudaebiyah adalah sebagai tempat Miiqat makaaninya.


Selain itu, masih di sekitar Mekah, para hujaj akan mengetahui pula tempat-tempat bersejarah yang berkaitan dengan Rasuulullah saw, antara lain: Maulid Nabi (rumah tempat nabi dilahirkan), Ma'la, kuburan rakyat yang di dalamnya ada Sayyidatina Khadijatul Kubra (Isteri Rasul yang pertama), orang kaya yang menghabiskan seluruh hartanya bagi perjuangan Rasuulullaah. Termasuk pula maqam ulama kita Syekh Nawawi al bantani, dan tokoh-tokoh lainnya. Bukit (Jabal) Nuur tempat Rasul berkhalwat dan menerima wahyu pertama, lima ayat surat al-'alaq, titik awal pengangkatan beliau sebagai Rasul Allaah. Jabal Tsuur, tempat Rasuulullah dan Sayyidinaa Abu Bakar ra berlindung dari kejaran musyrikin Mekah dalam perjalanan Hijrah menuju Madinah. Ada pula Masjid Kucing, Masjid Jin, dan masih banyak tempat bersejarah lainnya. (Bersambung).


KH Awan Sanusi, salah seorang A'wan PWNU Jawa Barat

Terkait

Ngalogat Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×