Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Catatan Kecil dari Lokasi Muktamar

Catatan Kecil dari Lokasi Muktamar
MWCNU Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok (Foto: Hakim/NUJO)
MWCNU Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok (Foto: Hakim/NUJO)

Lampung, NU Online Jabar 
Tepat jam 00.00, Selasa 21 Desember 2021,  rombongan kami dari PCNU Depok bertolak menuju pelabuhan Merak, Banten. Hanya satu tujuan mulia, tak lain adalah menghadiri agenda besar NU empat tahunan. Ya, Muktamar NU yang ke 34 di Lampung.


Kurang lebih 2,5 jam perjalanan darat, rombongan tiba di pelabuhan Merak Banten. Berdebar rasanya detik-detik memasuki kapal fery-kata teman saya-. 


Namun semua sirna saat kami masuk kapal. Suasana hiruk pikuk di kapal yang ramai oleh para muktamirin dari berbagai daerah menambah gelora semangat kami untuk segera sampai di lokasi muktamar.


2.5 jam kami berada di kapal hingga masuk waktu subuh. Situasi dan kondisi kapal tak menyurutkan kami untuk tetap melaksanakan ibadah subuh berjamaah di musholla kecil kapal.


Temaram lampu kapal lain menghiasi perairan selat sunda. Pandangan kami mengarah pada gugusan pulau pulau kecil yang sudah mulai nampak dengan bantuan fajar yang mulai menyingsing semakin nampak terlihat pelabuhan bakaheuni yang dikelilingi beberapa pulau kecil. Indah betuul.


Saatnya keluar kapal. Rombongan kami, bergerak menuju daratan pulau sumatra propinsi Lampung. Ada hal unik yang muktamirin sematkan pada rombongan semisal kami. Romli, demikian mereka mengistilahkannya. Yang merupakan kepanjangan dari Rombongan Lillahi ta'ala -aslinya adalah Rombongan Liar -. Hal ini disebabkan karena rombongan kami hanyalah sebagai penggembira dan meramaikan perhelatan muktamar.


Apapun itu yang jelas kami berangkat karena niat cinta dan Khidmah untuk NU. Perjalanan darat memakan waktu 3 jam dari pelabuhan bakaheuni sampai ke Pondok Pesantren Darussa'adah sebagai lokasi pembukaan muktamar. 


Bus yang kami tumpangi langsung mengambil posisi parkir yg telah disediakan. Sedang kami bergegas menuju ponpes Darussa'adah. Di luar dugaan, ternyata lokasi ponpes tersebut berjarak kurang lebih 3 km dari tempat parkir bus dan itu mesti ditempuh hanya dengan jalan kaki. Pasalnya, jalan menuju ponpes sudah disteril oleh pihak petugas pengaman presiden. 


Ketika itu, cuaca sangat terik menyengat tak kami hiraukan. Jarak beberapa kilo tak kami gubris, lelah mendera tak kami anggap. Niat kuat menghujam dada dan cinta NU menjadi motor energi penggerak kami.


Inilah napak tilas perjuangan para kiai muassis NU pikir kami. Ini sekaligus menjadi pengalaman perjalanan spritaual khidmat kami di NU. 


Akhirnya, tibalah kami di ponpes Darussaadah. Animo warga NU di luar arena pembukaan sangat luar biasa. Sementara di dalam arena Pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama, Lampung 2021 telah dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, Menteri agama K.H. Miftahul Akhyar, K.H. Said Aqil Siradj. Setelah sambutan dari Rais ‘Aam, tibalah saatnya sambutan oleh Presiden RI sekaligus membuka pelaksanaan Muktamar. 


Dengan penuh khidmat kami menyimak prosesi pembukaan ini dari layar yg telah disediakan panitia di luar arena pembukaan. Acara pembukaan ditutup oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya.


Menurut rencana panduan manual acara Pondok Pesantren Darussa’adah di Gunungsugih Lampung Tengah tempat parkir seluas 1,5 hektar di pesantren akan dijadikan khusus untuk tempat pembukaan dan penutupan. Lokasi lain adalah Universitas Islam Negeri Raden Intan dan Universitas Malahayati di Kota Bandar Lampung.


Sebagai warga nahdhiyin, harapan kami hanyalah semoga Muktamar berjalan dengan baik, lancar serta membawa kebaikan bagi umat.


Ustadz Fathur, Ketua Ranting GP Ansor Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok
Catatan tambahan dari Hakim Hasan, Kontributor NU Online Jabar asal Depok

Ngalogat Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×