Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Rais Syuriah PWNU Jabar: Mengabdi Bukan Hanya Sekedar Fisik, Tapi Juga Hati yang Hidup 

Rais Syuriah PWNU Jabar: Mengabdi Bukan Hanya Sekedar Fisik, Tapi Juga Hati yang Hidup 
Rais Syuriah PWNU Jabar: Mengabdi Bukan Hanya Sekedar Fisik, Tapi Juga Hati yang Hidup.
Rais Syuriah PWNU Jabar: Mengabdi Bukan Hanya Sekedar Fisik, Tapi Juga Hati yang Hidup.

Bandung, NU Jabar Online 
Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Abun Bunyamin mengajak warga Nahdliyin dan khususnya pengurus Nahdlatul Ulama untuk mengabdi pada Nahdlatul Ulama dengan all out atau sepenuhnya, bukan hanya fisiknya bekerja untuk Nahdlatul Ulama namun juga hatinya harus hidup di setiap langkah pengabdian pada Nahdlatul Ulama. 


Hal tersebut beliau sampaikan dalam gelaran Rapat Pertemuan dan Silaturahmi bersama PCNU se-Jawa Barat dengan agenda Sosialisasi Peraturan Perkumpulan (Perkum) Nahdlatul Ulama serta Sosialisasi Pelaksanaan Turba (Turun Ke Bawah) ke PCNU se-Jabar di Aula Gedung PWNU Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung, No. 9, Lengkong, Kota Bandung, Senin (5/9). 


"Kita bersyukur kepada Allah Swt sekarang dan semoga seterusnya bisa mengabdi kepada Nahdlatul Ulama. Aktif mengabdi di sini bukan hanya sekadar fisik yang bekerja tapi juga hati yang hidup," ungkap kiai Abun dalam tausiyahnya. 


Dalam benak kita, sambungnya, yang harus dipikirkan adalah dua hal yaitu agama dan kebangsaan. Agama ini memang perlu dirawat dan jaga sebaik-baiknya terutama kaitannya dengan akidah Ahli Sunah wal Jamaah yang kita pegang. Semoga Akidah Ahli Sunah wal Jamaah bisa terus berdiri tegak bersama Nahdlatul Ulama. 


"Kita mengabdi pada Nahdlatul Ulama bukan hanya mencari ridho Allah Swt tapi juga ingin menghidupkan agama khususnya akidah Ahli Sunah wal Jamaah," tambah kiai Abun. 


Menurutnya sebagai ulama yang berada di dalam perkumpulan Nahdlatul Ulama yang juga dipikirkan adalah kebangsaan, bagaimana merawat negara ini menurut kacamata ulama. Tentu yang paling penting dan mendasar adalah menjaga pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kasatuan Republik Indonesia (NKRI). 


"Yaitu bagaimana Indonesia ini dihuni oleh orang-orang yang bertanggung jawab kepada bangsa dan negara. Semoga kita dapat terus bekerjasama dan bersinergi dengan para pemimpin dalam menjaga keutuhan bangsa," pungkas kiai Abun. 


Pewarta: Riki Baehaki
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×