• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 15 April 2024

Nasional

Rakernas Cipasung

Digelar Dua Hari, Inilah Sejumlah Agenda Rakernas PBNU di Ponpes Cipasung 

Digelar Dua Hari, Inilah Sejumlah Agenda Rakernas PBNU di Ponpes Cipasung 
Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya. (Foto: NUJO).
Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya. (Foto: NUJO).

Jakarta, NU Online Jabar
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan digelar pada akhir Maret oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, selama dua hari yang dimulai pada Kamis-Jumat (24-25/3) mendatang, memiliki sejumlah agenda.


“Agenda Rakernas ini untuk membahas dan menetapkan program kerja PBNU 2022-2027, meliputi program secara keseluruhan, baik bidang-bidang, lembaga, dan badan khusus yang berada di bawah PBNU,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Rakernas PBNU H Amin Said Husni, pada Senin (21/3) dilansir dari nu.or.id.


Ia menjelaskan, pembukaan Rakernas akan diawali dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) PBNU bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), tentang sinergi untuk penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pencapaian SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan.


“Dikonfirmasi bahwa Pak Menteri Suharso Monoarfa akan hadir dan akan menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf,” jelas Amin.


Ia juga menjelaskan, dalam acara tersebut juga akan dilakukan prosesi pengukuhan seluruh pengurus lembaga dan badan khusus PBNU yang telah ditetapkan. Setelah dikukuhkan, para pengurus itu akan melakukan rapat agar terlibat dalam pembahasan dan penetapan program kerja PBNU.  


Dalam kesempatan yang sama, Amin melaporkan, sebelumnya PBNU telah melaksanakan konsinyasi program kerja di Hotel Bidakara Jakarta, pada 14-15 Maret 2022 lalu. Agenda pra-Rakernas ini digelar untuk menyiapkan materi-materi rencana program dari masing-masing koordinator bidang, yakni empat wakil ketua umum PBNU.  


“Semua koordinator bidang itu sudah memiliki rancangan serta telah dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi, sehingga materi ini ketika dibawa ke Rakernas nanti, sifatnya hanya pembahasan final dan penetapan. Karena substansinya telah digodok secara matang dan dibicarakan intensif pada saat konsinyasi kemarin,” tuturnya.


Selain itu, dalam agenda Rakernas nanti juga akan ada penyempurnaan materi yang sudah disiapkan dari konsinyasi agar terintegrasi antar-bidang termasuk kebendaharaan, kesekjenan, dan lembaga. Semua akan terintegrasi dalam satu perencanaan utuh program kerja PBNU beserta ukuran-ukuran kinerjanya.  


“Nanti juga diharapkan ada semacam pernyataan kesiapan dari masing-masing koordinator bidang untuk melaksanakan program-program ini, sesuai dengan ukuran-ukuran kinerjanya. Indikator dari setiap keberhasilan kinerja itu akan ditetapkan di Rakernas ini,” terangnya.  


Menurutnya, hal itu bertujuan untuk melaksanakan pernyataan Gus Yahya yang sering diungkapkan kepada seluruh pengurus.


“Kita tidak boleh berhenti pada kata-kata. Setiap kata harus menjadi kerja. Setiap kerja harus ada manfaatnya dan harus ada ukuran keberhasilannya,” ucap Amin, menirukan ungkapan Gus Yahya. 


Editor: Muhammad Rizqy Fauzi​​​​​​


Nasional Terbaru