Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Buya Said Buka Konferwil XVIII NU Jabar

Buya Said Buka Konferwil XVIII NU Jabar
Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj (Foto: YT NU Jabar Online/NUJO)
Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj (Foto: YT NU Jabar Online/NUJO)

Bandung, NU Online Jabar
Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj membuka secara resmi Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII NU Jawa Barat, Sabtu (30/10) di Hotel Grand Asrilia Kota Bandung. Buya Said didampingi oleh jajaran PBNU yaitu KH Marsyudi Syuhud, KH Eman Suryaman, KH Abdul Manan Ghani, dan KH Ulil Abshar Hadrawi.

Pada bagian mauizhah hasanahnya, Buya Said menjelaskan bahwa umat Islam itu dijadikan sebagai wasathan agar memiliki dan mampu berperan dalam bidang agama, budaya, peradaban, sosial kemasyarakatan, ekonomi, kemanusiaan, dan politik.

“Dalam Al-Qur’an tidak ada terminogi ummatan islamiyyatan atau ummatan arabiyyatan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah lebih mementingkan kapasitas dan kualitas bukan lambang atau papan nama,” ujarnya. 

Namun Buya Said menegaskan bahwa wasathiyyah itu bisa diraih jika diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.  

Buya Said juga mengingatkan bahwa NU memiliki tiga kekayaan (kekuatan); sosial kemasyarakatan, budaya, dan simbolik, yang harus dijaga bersama. 

Sebelumnya, Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatullah menyatakan bahwa kemandirian organisasi tidak bisa ditawar lagi. Kemandirian ekonomi umat dan jam’iyah harus menjadi prioritas utama.

“PWNU periode 2016-2021 telah berusaha meletakkan dasar-dasar kemandirian organisasi ini,” ujar Gus Hasan.  

Pengasuh Pesantren As-Shiddiqiyah III Cilamaya itu menjelaskan bahwa salah satu upaya menuju kemandirian itu adalah dengan penataan kelembagaan. Itulah yang menurutnya, menjadi latar belakang diadakannya NU Jabar Award. 

“NU Jabar Award ini dalam rangka muhasabah organisasi secara bersama-sama,” papar Gus Hasan.

Rais Syuriyah dalam khutbah iftitahnya mengingatkan bahwa orang yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi kepentingan orang lain.

“Sayangilah orang-orang yang ada di muka bumi, maka mereka yang ada di langit akan menyayangimu,“ ujarnya mengutip sebuah hadits Nabi SAW.

Konferwil ini cukup istimewa karena dihadiri empat mantan Ketua PWNU Jabar, yaitu KH Eman Suryaman, KH Dedi Wahidi, KH Sofyan Yahya, dan KH Habib Syarif Alaydrus. Hadir pula Ketua MUI Jabar, Rektor UIN Bandung, perwakilan Ormas Islam, dan perwakilan partai politik. Hadir pula tiga bupati yaitu dari Kabupaten Cirebon, Sumedang, Bandung dan Bogor. 

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya virtualnya mengatakan bahwa PWNU adalah mitra utama, strategis, dan terdepan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun ekonomi, dakwah Islam dan membangun keumatan di Jawa Barat.

"Jika Jabar ingin juara lahir batin, baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur, harus selalu menggunakan ilmunya para ulama, agar lahir pemimpin-pemimpin adil, dermawan dan diijabahnya doa-doanya," tandasnya,” ujar Kang Emil.

Konferwil akan berlangsung selama dua hari, 30-31 Oktober 2021, dilakukan dengan protokol kesehatan. Peserta mengikuti swab antigen, menjaga jarak dan selalu mengenakan masker.

(Tim Konferwil)

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×