• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 19 April 2024

Keislaman

Keutamaan Membaca Bismillah

Keutamaan Membaca Bismillah
Keutamaan Membaca Bismillah
Keutamaan Membaca Bismillah

Dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari, berharap keberkahan sudah sewajarnya menjadi hal yang lumrah diharapkan oleh banyak orang. berbagai aktivitas dalam keseharian dikerjakan semata-mata untuk beribadah. Keberkahan sendiri merupakan bertambahnya kebaikan dan ketaatan (ziyadatul khoir) kepada Allah SWT dalam segala situasi dan kondisi. Tentu, tak seorangpun mau jika aktifitasnya tidaklah berkah.


Namun dalam praktiknya, tak sedikit yang lupa untuk mengikuti tuntunan Rasulullah SAW sebelum memulai kegiatan. Salah satu anjuran Rasulullah SAW adalah mengucapkan Basmalah sebelum memulai mengerjakan segala sesuatu sebagaimana yang tertera pada sebuah Hadits:


كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لَايُبْدَأُ فِيْهِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ أَوْ أَقْطَعُ أَوْ أَجْذَمُ 


Artinya: “Setiap perkara yang mengandung kebaikan didalamnya yang tidak diawali dengan membaca ‘Bismillahirrahmanirrahim’ maka kebaikan tersebut akan terputus, yakni kurang berkah.” (Kasyifatu As-Saja, Syekh Nawawi Al-Bantani).


Dari penjelasan diatas, Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk selalu membaca basmalah sebelum memulai setiap hal yang mengandung kebaikan agar tidak mengurangi keberkahan. Selain itu, membaca basmalah juga merupakan sesuatu yang dianugerahkan oleh Allah SWT untuk Nabi SAW dan umatnya serta tak pernah sekejap matapun Malaikat Jibril dan malaikat lainnya meninggalkan Basmalah:


وَلَمَّا نَزَلَ عَلَيَّ جِبْرِيْلُ بِهَا أَعَادَهَا ثَلَاثًا وَقَالَ هِيَ لَكَ وَلِأُمَّتِكَ فَمُرْهُمْ لَا يَدَعُوْهَا فِيْ شَيْءٍ مِنْ أُمُوْرِهِمْ فَإِنِّيْ لَمْ أَدَعْهَا طَرْفَةَ عَيْنٍ مُنْذُ نَزَلَتْ عَلٰى أَبِيْكَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَكَذَا الْمَلَائِكَةُ


Artinya: “Ketika Malaikat Jibril datang kepadaku dengan membawa Basmalah, maka ia mengulang Basmalah sebanyak tiga kali lalu berkata: Basmalah itu untuk engkau dan umat engkau. Maka perintahkanlah untuk tidak meninggalkan basmalah pada setiap hal, karena aku dan malaikat lainnya tidak pernah sekejap matapun meninggalkan basmalah semenjak basmalah diturunkan kepada Nabi Adam As.” (Kasyifatu As-Saja', Syekh Nawawi Al-Bantani).


Terdapat pula sebuah hadis dalam kitab Bayan An-Nahwu wa Qowaid Al-Lugot Al-Arobiyah: Imrithi karya Ibnu M. Ruhiyat Al-Bantari dan H. Nur Maki Ruhiyat terbitan Ma’had Bantar Gedang, Tasikmalaya yang berbunyi:


مَنْ اَرَدَ اَنْ يُحْيِ سَعِيْدًا اَوْ يَمُوْتُ شَهِيْدًا فَلْيَقُلْ عِنْدَا كُلِّ اِبْتِدَإٍ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Artinya: “Barang siapa yang menginginkan hidup mulia dan mati syahid maka ucapkanlah basmalah sebelum memulai segala sesuatu.” 


Hal ini menunjukkan betapa pentingnya membaca basmalah sebelum memulai mengerjakan segala sesuatu. Tidak hanya itu, membaca basmallah juga sebenarnya mengingatkan kita kepada Allah SWT yang mengurusi semua alam. Semoga kita semua selalu diberi hidayah dan taufik untuk senantiasa menyebut nama-Nya dalam ramai maupun sepi.


Referensi:

  1. Kasyifatu As-Saja, Hal. 3.
  2. Bayan An-Nahwu wa Qowaid Al-Lugot Al-Arobiyah: Imrithi, Hal. 2.

Ibrahim Ikhsanulhaqq Sudrajat, salah seorang alumni jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD Bandung


Keislaman Terbaru