• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Kabupaten Bogor

LPIBNU Jabar Gelar Workshop Series Kajian Risiko dan Rencana Aksi di Kecamatan Cisarua

LPIBNU Jabar Gelar Workshop Series Kajian Risiko dan Rencana Aksi di Kecamatan Cisarua
Workshop series kajian risiko dan rencana aksi LPBINU Jabar di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (27/2/2024). (Foto: NU Online Jabar)
Workshop series kajian risiko dan rencana aksi LPBINU Jabar di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (27/2/2024). (Foto: NU Online Jabar)

Bogor, NU Online Jabar
Menindaklanjuti kegiatan sebelumnya terkait dengan pelaksanaan Program KUAT (Komunitas Perkotaan Untuk Aksi Tangguh) program kerja sama CRS Indonesia, LPBINU Jawa Barat sebagai mitra pelaksana kembali menyelenggarakan kegatan berupa Workshop Series Penyusunan Kajian Risiko dan Rencana Aksi di Desa Citeko, dan Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, 27 – 28 Februari 2024.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Citeko dan Aula Kantor Kelurahan Cisarua itu diikuti oleh 100 orang peserta. Selain itu, kegiatan ini merupakan agenda tindak lanjut setelah agenda Pelatihan Community Led Disaster Management (CLDRM) atau Manajemen Risiko Bencana yang dipimpin oleh masyarakat. 


Ketua LPBINU Jabar, Dadang Sudardja menjelaskan, Pelatihan CLDRM merupakan salah satu bentuk penguatan kapasitas dan peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Citeko dan Kelurahan Cisarua dalam mengurangi dampak bencana di wilayah mereka. 


Melalui strategi ini, masyarakat diharapkan dapat secara aktif dapat melakukan penilaian, menganalisa, mengelola, dan mengevaluasi upaya pengurangan risiko bencana di daerah dengan memaksimalkan sumber daya lokal yang ada. 


“Untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan melalui Program KUAT yang dilaksanakan dengan mitra pelaksana adalah LPBINU Jabar khususnya di Desa Citeko dan Kelurahan Cisarua Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor akan memberikan fasilitasi dan pendampingan Penyusunan Kajian Risiko Bencana dan Rencana Aksi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa/Kelurahan,” ujarnya.


Pria yang karib disapa wa Dadang itu menambahkan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah menggali informasi dan memotret ancaman, kerentanan, dan kapasitas yang dimiliki desa/kelurahan dalam membangun kolaborasi komunitas perkotaan untuk aksi tangguh yang nantinya dipetakan dalam bentuk visual dan juga dalam bentuk deskriptif sehingga diperoleh hasil dalam bentuk peta dan dokumen tingkat desa/kelurahan.


Adapun tujuan dilaksanakannya Kajian Risiko Bencana dan Penyusunan Rencana Aksi ini adalah:


1.    Mendapatkan gambaran dan informasi terkait dengan ancaman, kerentanan dan kapasitas penanggulangan bencana dari tiap  lokasi.

2.    Meningkatnya kapasitas masyarakat, kelompok anak, dan anak muda dalam melakukan pemetaan dan pengkajian mandiri dan menganalisis sebagai bahan dalam perencanaan dan pengelolaan risiko bencana dan Menyusun rencana penanggulangan bencana tingkat desa/kelurahan.

3.    Mampu menyusun rencana aksi di tingkat desa/kelurahan berdasarkan prioritas dan kesepakatan bersama,

4.    Mampu menghasilkan peta desa/kelurahan mandiri yang memiliki keterbacaan dan informasi yang lebih detail dan akurat terkait ancaman, kerentanan dan kapasitas dalam penanggulangan bencana


Hasil yang diharapkan dari penyusunan Kajian Risiko Bencana dan Penyusunan Rencana aksi  Tingkat desa/kelurahan akan menjadi dokumen milik desa/kelurahan yang telah disepakati bersama dan dapat dijadikan landasan dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan risiko bencana di Tingkat desa/kelurahan. Dokumen yang dihasilkan terdiri dari dokumen naratif dan dokumen peta visual.


Selain itu kegiatan kali ini juga diikuti oleh perwakilan GP Ansor dan Banser Kecamatan Cisarua, yaitu Muhammad Dodi sebagai Ketua Anshor Cisarua, Ahyar, Ari serta Dadan.  Menurut Ketua LPBINU, Banser dan Anshor Kecamatan Cisarua, akan ikut serta dan berpartisi aktif dalam pelaksanaan program KUAT yang insyaallah akan berlangsung selama 36 bulan.


Kabupaten Bogor Terbaru