• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Kabupaten Bandung

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ponpes Al-Ihsan Hadirkan Dakwah dan Wayang

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ponpes Al-Ihsan Hadirkan Dakwah dan Wayang
Perngati Maulid Nabi Muhammad Saw, Ponpes Al-Ihsan Hadirkan Dakwah dan Wayang
Perngati Maulid Nabi Muhammad Saw, Ponpes Al-Ihsan Hadirkan Dakwah dan Wayang

Bandung, NU Online Jabar
Pondok Pesantren Al-Ihsan menggelar peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw atau populer disebut sebagai Maulid Nabi di Halaman Ponpes Al-Ihsan, Cibiru Hilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung. Acara tersebut mengusung tema “Menjadi Generasi Zillenial yang Meneladani Akhlakul Karimah Nabi Muhammad Saw,” dengan diikuti sebanyak kurang lebih 475 santri dan santriwati, serta masyarakat umum.


Peringatan Maulid Nabi tersebut merupakan salah satu program kerja Kementerian Agama Organisasi Santri Pesantren Al-Ihsan (OSPAI) yang diselenggarakan dalam rangka syukuran atas dilahirkannya seorang manusia paling mulia, kekasih Allah Swt yakni Rasulullah Muhammad Saw.


Dikemas dalam Tabligh Akbar, acara tersebut menghadirkan Dakwah dan Wayang (Daway) sebagai pengisi acara, yang dipandu oleh Ustadz Ramdan Juniarsyah yang juga salah satu dewan guru pondok pesantren Al-Ihsan.


Ketua pelaksana, Nurip Almunawir menuturkan, tujuan diselenggarakannya acara tersebut yaitu untuk meningkatkan rasa cinta santri kepada Nabi Muhammad Saw.


“Mengingatkan kepada santri bahwasanya 1444 tahun yang lalu Rasulullah Muhammad Saw telah mengangkat kita sebagai umatnya, maka hari ini kita selaku umat beliau patutlah mengingat dan merayakan hari kelahiran beliau,” katanya kepada NU Online Jabar, Jum’at (30/9/22).


“Selain itu juga untuk mempererat hubungan silaturahmi keluarga besar pondok pesantren Al-Ihsan baik santri, pengurus OSPAI, alumni, maupun dewan guru,” imbuhnya.


Nurip sapaan akrabnya, menyampaikan mengenai tema yang diusung berdasarkan keprihatinannya atas generasi penerus yang memiliki akhlak kurang baik.


“Semisal banyak kasus anak yang melawan dan berani membentak bahkan memukul kepada orang tuanya, seorang murid yang berlaku tidak sopan kepada gurunya, anak-anak yang tidak tahu cara menghormati orang yang lebih besar, dan kasus-kasus krisis akhlak lainnya. Oleh karen itu, melalui tema ini kami harapkan generasi-generasi penerus bangsa khususnya generasi Zillenial yakni anak-anak kelahiran 1995-2010 dapat mengetahui dan meneladani serta menerapkan akhlak mulia Nabi Muhammad Saw tersebut di dalam kehidupan sehari-harinya,” terangnya.


Acara peringatan Maulid ini kata Nurip terdiri dari dua rangkaian acara dengan esensi yang berbeda, pertama acara non-formal dengan acara intinya adalah pembacaan sirah nabawiyah dan mahalul qiyam dengan esensinya adalah untuk mengingat kembali sejarah kelahiran dan perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam menyebarkan ajaran Islam.


“Adapun kitab yang dibaca dalam acara ini adalah kitab Al-Barzanji. Selanjutnya, acara formal yang acara intinya adalah ceramah dari mubaligh ustaz Ramdan Juniarsyah, dengan tim Daway,” ujarnya.


Nurip berharap dengan diselenggarakannya acara peringatan Maulid ini para santri dapat mengamalkan ilmu-ilmu dan menjalankan setiap amanah yang disampaikan baik oleh pimpinan pondok Pesantren Al-Ihsan KH. Tantan Taqiyudin maupun mubaligh yakni Ustaz Ramdan Juniarsyah.


“Diantara pesan yang disampaikan ialah jangan tinggalkan shalat berjama'ah utamanya shalat shubuh, terus mengaji yang menjadi ciri khas santri, dan juga jangan lupa untuk mengabdi pada pondok pesantren,” paparnya.


Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al-Ihsan KH Tantan Taqiyudin, dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur atas digelarnya peringatan Maulid Nabi karena tahun-tahun sebelumnya tidak bisa dilaksanakan.


Pa Haji sapaan akrabnya berharap para santri bisa membangun Al-Ihsan ke arah yang lebih baik lagi dengan mengikuti akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Karena sekarang Indonesia bukan krisis ekonomi, bukan krisis politik, tapi dasarnya adalah krisis moral.


“Maka dari itu, ikutilah akhlak Rasulullah dari yang terkecil hingga yang terbesar. Ketika solat subuh diharapkan para santri bangun lebih awal dan ikut shalat berjmaah ke masjid serta mengaji,” harapnya.


Pewarta: Abdul Manap
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Kabupaten Bandung Terbaru