• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Indramayu

Sekretaris LAZISNU Indramayu Ungkap Pentingnya Peranan Santri di Masyarakat

Sekretaris LAZISNU Indramayu Ungkap Pentingnya Peranan Santri di Masyarakat
Sekrtaris LAZISNU Indramayu Ungkap Pentingnya Peranan Santri di Masyarakat
Sekrtaris LAZISNU Indramayu Ungkap Pentingnya Peranan Santri di Masyarakat

Indramayu, NU Online Jabar
Sekretaris Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Indramayu, Amin Hidayat, mengatakan bahwa peranan santri sangat penting dan strategis di tengah kehidupan sosial masyarakat.


Ia mengatakan bahwa di antara peranan strategis tersebut adalah santri bisa mengisi pos-pos stratregis dengan ikut berperan di lembaga-lembaga baik formal maupun nonformal yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat di semua bidang. Seperti disampaikan Amin Hidayat saat membuka kegiatan Majelis Dzikir dan Shalawat Forum Silaturahmi Alumni Pondok Pesantren Al-Huda (Forsada) Wajak, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (4/6) di Desa Kaplongan Kidul Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.


“Kegiatan Majelis Dzikir dan Shalawat Forum Silturahmi Alumni Pondok Pesantren Al-Huda Wajak Malang Jawa Timur ini merupakan wadah agar para alumni selalu terjalin,” katanya.


Menurut Amin, kegiatan berkumpulnya alumni pondok pesantren itu bisa menjadi upaya dalam meneguhkan peran santri tersebut yang semuanya bisa diawali dari bertukar informasi, ide, dukungan, dan sebagainya.


“Seperti yang almamater ponpes (pondok pesantren) kita amanatkan yaitu “Khoirunnaas ’anfa’uhum linnaas” di mana santri menjadi sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi banyak orang dalam hal ini ikut berperan aktif di kehidupan masyarakat,” katanya.


Menghidupkan forum silaturahmi seperti Forsada, lanjut Amin, perlu menjadi kesadaran semua pihak agar kegiatan itu bisa mendatangkan manfaat ke depannya baik di antara alumni maupun dengan almamater ponpesnya.


“Juga bisa menjadi wadah untuk kita memahami segmentasi-segmentasi peran santri yang strategis seperti apa di masyarakat kedepannya,” tuturnya.


Sebagai informasi, kegiatan Forsada tersebut tidak hanya dihadiri alumni Ponpes Al-Huda, tetapi juga tokoh NU setempat dan tokoh masyarakat Desa Kaplongan Kidul, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.


Pewarta: Wahyu Jayalaksana
Editor: Ari AJ


Indramayu Terbaru