• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Hikmah

KOLOM BUYA HUSEIN

Tuhan Menjamin Rezekimu

Tuhan Menjamin Rezekimu
(Ilustrasi: NU Online)
(Ilustrasi: NU Online)

Ada sebuah kisah, konon ada seorang yang tengah mengalami kesulitan dalam urusan ekonomi. Telah lama sekali ia berada dalam kesusahan dan kepayahan karena hal itu. Lalu ia keluar dengan wajah tanpa gairah, seperti hampir putus asa. Dengan kaki telanjang dia menyusuri jalan dan memasuki padang pasir yang maha luas.


Di sana dia melihat puing-puing istana yang sudah hancur. Semula istana itu tertimbun debu pasir, lalu angin kencang menerbangkannya sehingga tersingkap. Tiba-tiba ia menemukan di dalamnya sebuah prasasti di tembok berupa puisi-puisi yang indah :


لما رأيتك جالساً مستقبلاً ...
أيقنت أنك للهموم قرين


مالا يقدر لا يكون بحيلة ...
أبداً وما هو كائن سيكون


سيكون ما هو كائن في وقته ... 
وأخو الجهالة متعب محزون


يجرى الحريص ولا ينال بحرصه ...
شيئاً ويحظى عاجز ومهين


فدع الهموم وتعر من أثوابها ..
أن كان عندك بالقضاء يقين


هون عليك وكن بربك واثقاً ...
فأخو الحقيقة شأنه التهوين


طرح الأذى عن نفسه في رزقه 
لما تيقن أنه مضمون


Manakala aku melihatmu duduk menghadap kiblat
Aku lihat kau sedang ditemani kegelisahan


Apa yang telah ditetapkan 
Tak bisa direkayasa


Apa yang ditetapkan ada, ia akan ada
Apa yang akan ada niscaya ada pada saatnya
Teman kebodohan itu selalu melelahkan dan menderitakan


Ada orang yang berlelah-lelah mencari Rizki
Tetapi ia tak memeroleh apapun
Ada orang yang tak berdaya dan tersisihkan
Tetapi ia memeroleh keberuntungan


Tinggalkan gelisah hatimu
Lepaskan bajunya
Jika kau yakin pada ketetapan Tuhan


Janganlah gelisah 
Percayakanlah kepada Tuhanmu
Orang yang tahu hakikat 
akan senantiasa tenang
Ia membuang segala duka
dalam  urusan rizki
Karena ia yakin bahwa Tuhan menjaminnya


KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU


Hikmah Terbaru