Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Berawal dari Segenggam Garam 

Berawal dari Segenggam Garam 
Berawal dari Segenggam Garam .
Berawal dari Segenggam Garam .

Sa’di Syirazi bercerita:


Raja Anusyirwan yang adil itu, diiringi para pembantunya, suatu hari pergi berburu rusa. Ketika rusa diperoleh, ia meminta para punggawa untuk memasaknya. Bumbu-bumbu pun disiapkan.


Tetapi ada satu yang ketinggalan, garam. Raja meminta salah seorang di antara mereka mencari segenggam garam di rumah penduduk desa terdekat. Sebelum dia berangkat,


Raja berkata: “Belilah garam rakyat itu sesuai harganya. Kamu jangan membiasakan diri mengambil milik orang lain di kampungmu. Kelak kampung itu akan binasa karenanya”.


Si punggawa heran : “apakah yang salah bila aku ambil segenggam garam itu, seberapalah harga barang yang remeh temeh itu?”.


Dengan tenang Raja menjawab:


“Kezaliman di dunia ini dimulai dari sesuatu yang kecil. Tetapi orang-orang yang datang kemudian akan mengambil lebih besar dari pendahulunya. Jika Raja mengambil hanya segenggam garam, maka para pejabat akan merampas tanah sebahu. Jika Raja mengambil sebiji apel dari kebun milik orang, para pejabat akan mencabut pohon itu seakar-akarnya. Jika Raja membolehkan mengambil lima butir telor. Maka seribu ekor ayam akan menyusul dipanggang si pejabat. Orang zalim memang tak ada yang kekal. Tapi kutukan atas kezaliman akan abadi”. 


KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×