Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Lakpesdam NU Cianjur Bicara Tiga Pilar Budaya Daerah: Ngaos, Mamaos dan Maenpo

Lakpesdam NU Cianjur Bicara Tiga Pilar Budaya Daerah: Ngaos, Mamaos dan Maenpo
Lakpesdam NU Cianjur Bicara Tiga Pilar Budaya Daerah: Ngaos, Mamaos dan Maenpo.
Lakpesdam NU Cianjur Bicara Tiga Pilar Budaya Daerah: Ngaos, Mamaos dan Maenpo.

Cianjur, NU Online Jabar
Lembaga Kajian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kabupaten Cianjur menggelar kajian mengenai tiga pilar budaya daerah yaitu Ngaos, Mamaos, dan Maenpo dalam seminar budaya dan agama di Aula Kantor DPRD Cianjur, Kamis (20/10).


Ketua Lakpesdam NU Cianjur, Burhan Latip menyampaikan, bagi NU "Ngaos" diartikan tilawatil Qur'an, "Mamaos" berarti Sholawat Kacapi Suling, dan "Maenpo" bermakna Pencak Silat Pagar Nusa. Menurutnya, ketiga filosofi tersebut tidak ada pertentangan, malah saling menguatkan satu sama lain.


Namun, pemahaman agama dan budaya dalam sudut pandang yang berbeda memiliki kecenderungan interpretasi dan dapat menimbulkan konflik tertentu. 


"Banyak kasus bentrokan agama dan budaya, terjadi karena interpretasi yang salah atau hanya sekedar ikut-ikutan saja. Pemahaman agama dan budaya dalam pandangan parsialistik dan integralistik yang harus ditanamkan dalam budaya di lembaga pendidikan seperti pesantren, sekolah, madrasah, dan kampus," ujarnya.


Menurut Burhan, lembaga pendidikan harus menanamkan sejak dini nilai-nilai utama pada santri, siswa dan mahasiswa. Sehingga kelak mereka mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata di masyarakat luas.


"Aktifitas, program, dan lingkungan pendidikan harus mengajarkan pada mereka tentang nilai-nilai utama, sehingga mereka bukan hanya tahu baik buruk, tetapi menjalankannya dalam kenyataan dan interaksi sehari-hari. Ketika mereka terbiasa dengan perilaku, sikap, dan ucapan yang utama di kehidupan sehari-hari, maka nilai-nilai utama bisa menjadi budaya bagi mereka, yang tidak akan mudah luntur oleh terpaan budaya-budaya negatif," katanya.


Pria yang akrab disapa kang Boank sapaan akrabnya menuturkan, budaya utama tersebut akan menjadi modal berharga bagi kehidupan siswa kelak. Karena, budaya luhur akan membawa pada keberhasilan dan bahkan pada kebahagiaan.


Sementara itu, Sekretaris Lakpesdam NU Kabupaten Cianjur, M. Zehan Fahlevi mengucap rasa syukur karena acara berjalan dengan lancar, dengan jumlah peserta total 150 orang terdiri dari perwakilan santri, mahasiswa, pemuda dan Badan Otonom NU Kabupaten Cianjur. 


"Terima kasih kepada seluruh jajaran panitia HSN, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Cianjur, dan Ketua DPRD Kabupaten Cianjur yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Mudah-mudahan kedepan bisa kembali menggelar acara dalam rangka pengembangan SDM serta kaderisasi NU secara formal maupun non formal," tandasnya.


Untuk diketahui, kegiatan seminar ini dengan keynote speaker Rais Syuriyah PCNU Cianjur, KH Kamali Abdul Ghani, Ketua Tanfidziyah PCNU Cianjur Kiai Deden Usman, Ketua DPRD Cianjur Ganjar Ramadhan, Ketua Lesbumi NU Cianjur Dadang Ahmad Fajar, dan Dosen UPI Bandung, M Parhan.


Pewarta: Wandi Ruswannur
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

terpopuler

rekomendasi

topik

×