Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Susunan Dzikir dan Wirid sesudah Shalat Jumat

Susunan Dzikir dan Wirid sesudah Shalat Jumat
Susunan Dzikir dan Wirid sesudah Shalat Jumat
Susunan Dzikir dan Wirid sesudah Shalat Jumat

Dzikir merupakan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw sesudah melaksanakan shalat, baik shalat lima waktu atau shalat yang lainnya. Tidak hanya dilakukan selepas shalat, dzikir juga dianjurkan untuk di aurodkan atau diamalkan kapan saja dan dimana saja. Amalan ini menjadi rutinitas (wirid) as-salafus shalih yang memiliki dasar kuat dari Sunnah Nabi.

 

Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar pada Bâbul Adzkâr ba‘dash Shalâh mengatakan bahwa ulama telah bersepakat (ijma’) tentang kesunnahan dzikir usai shalat yang ditopang oleh banyak hadits shahih dengan jenis bacaan yang amat beragam.

 

"Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati.” Demikian sabda Rasulullah sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari. Dzikir tentu bisa dilakukan kapan saja, baik dalam hati maupun lisan, salah satunya adalah dzikir setelah melaksanaan shalat.

 

Salah satu rangkaian dzikir dan wirid yang perlu dibaca sesudah shalat adalah shalat Jumat yang sedikit berbeda dari dzikir setelah shalat Zuhur. Rangkaian dzikir setelah shalat Jumat diawali dengan pembacaan musabbi'at (serba 7 kali) pada Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebagaimana diamalkan oleh Rasulullah SAW.   


Tetapi setelah itu, susunan wirid setelah shalat Jumat ini memiliki kesamaan dengan dzikir setelah shalat Zuhur yang sebagian besar dikutip dari Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, [Jakarta, Al-Aidarus: tanpa tahun].  

 

1. Membaca istighfar 3 kali (tetap mempertahankan posisi kaki):

 

   أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْم


2. Membaca sifat Allah dan bertobat:

 

   الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ المَعَاصِي وَالذُّنُوبِ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ


3. Membaca Surat Al-Fatihah sebanyak 7 kali.  

 

 أَعُوذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. آمِيْنَ


4. Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali.


   أَعُوذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا


5. Membaca Surat Al-Falaq sebanyak 7 kali.  

 

 أَعُوذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ


6. Membaca Surat Al-Nas sebanyak 7 kali. 

 

  أَعُوذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ


7. Memohon doa kecukupan berikut ini sebanyak 4 kali.  

 

 اَللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


8. Membaca doa keselamatan:  

 

 اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام  

 

 (Setelah membaca doa ini, mengubah posisi kaki menjadi duduk bersila)  


9. Membaca doa warid berikut ini: 


  اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَآدَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ


10. Lalu membaca doa warid berikut ini: 

 

  اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ


11. Lalu mengawali pujian dengan seruan ini:


   إِلَهِيْ يَا رَبِّ

 

12. Membaca tasbih sebanyak 33 kali: 

 

  سُبْحَانَ اللهِ 


13. Mengakhiri tasbih dengan lafal tasbih berikut ini:  

 سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا 

 

14. Membaca tahmid sebanyak 33 kali:  

 

 اَلْحَمْدُ لِلهِ

 

15. Mengakhiri tahmid dengan lafal tahmid berikut ini:

 

   اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةٍ   

 

16. Membaca takbir sebanyak 33 kali:

 

   اَللهُ اَكْبَرْ 

 

17. Kemudian mengakhiri takbir dengan lafal takbir panjang dan tahlil berikut ini:

 

   اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ   

 

18. Membaca istighfar tiga kali:  


أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْم

 

19. Membaca doa singkat berikut ini:


   الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ سَادَاتِنَا أَصْحَابِ سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْن


20. Membaca doa lainnya yang lazim dibaca sesudah shalat wajib.


Editor: Abdul Manap
Sumber: NU Online

Terkait

Ubudiyah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×