Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Pemimpin Teladan

Pemimpin Teladan
Pemimpin Teladan (ilustrasi"
Pemimpin Teladan (ilustrasi"

Dalam suatu hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Iyadh bin Himar dijelaskan mengenai tiga golongan manusia yang memperoleh ridho dari Allah s.w.t. dan memperoleh kesuksesan yang prima dalam kehidupannya. Mereka tergolong ahli syurga yang meraih berbagai kenikmatan dan kebahagiaan yang sangat agung. Tiga golongan itu adalah (1) Para pemimpin yang adil, yang mendapat taufik dan hidayat dari Allah s.w.t. (2) mereka yang memberikan belas kasih yang tulus terhadap keluarganya dan terhadap sesama orang muslim dan (3) keluarga yang terdiri dari orang-orang lemah dan miskin yang tetap menjaga kesopanan dan kehormatan dirinya.

وعن عياض بن حمار قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلاَثَةٌ ذُوْ سُلْطَانٍ مُقْسِطٌ مُتَصَدِّقٌ مُوَفَّقٌ وَرَجُلٌ رَحِيْمٌ رَقِيْقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِيْ قُرْبَى وَمُسْلِمٍ وَعَفِيْفٌ مُتَعَفِّفٌ ذُوْ عِيَالٍ (رواه مسلم)

 

“Dari Iyadh bin Hamar r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ahli surga itu ada tiga macam: (1) Pemimpin yang adil yang mendapat taufiq dan hidayah dari Allah s.w.t., (2) seorang yang pengasih, hatinya lembut terhadap kerabat dekat dan sesama muslim, dan (3) keluarga miskin yang dapat menjaga diri, menjaga kesopanan dan kehormatan dirinya”. (HR. Muslim, No: 5109).

 

Para pemimpin yang menjadi suri tauladan bagi masyarakatnya dalam melaksanakan kebaikan dan mencegah kemungkaran serta bersikap adil terhadap rakyatnya merupakan manusia pilihan yang diridhai Allah dan dicintai oleh rakyatnya. Sungguh sangat wajar bila mereka memperoleh penghormatan yang begitu besar dan kedudukan yang tinggi. 

 

Apa yang dilaksanakan para pemimpin yang memiliki kriteria ini benar-benar merupakan usaha yang sangat mulia yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan perjuangan yang berat. Segala godaan, rintangan dan halangan selalu mereka hadapi dengan keberanian dan ketabahan, sehingga mereka tetap berjalan dalam garis-garis hukum yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. Pemimpin yang adil selalu menjadi tonggak yang kokoh dalam membina kesejahteraan masyarakat dan ketentraman bagi setiap diri manusia yang dipimpinnya. 

 

Rasulullah s.a.w. menjelaskan kriteria pemimpin teladan, pemimpin yang baik dan terpuji dalam salah satu sabdanya:

 

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ، وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ (رواه مسلم)

 

“Dari Auf bin Malik r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sebaik-baik pemimpinmu adalah pemimpin yang kamu cintai dan ia mencintaimu, kamu berdo’a untuk kesejahteraan mereka dan mereka juga berdo’a bagi kesejahteraanmu”. (HR. Muslim, No: 1855).

 

Pemimpin yang mencintai rakyatnya, pasti bersikap adil dan menegakkan hukum yang berlaku. Ia bersikap arif dan bijaksana dalam memerintah dan membimbing umatnya. Karena mereka mencintai rakyatnya maka rakyatnya pun mencintai mereka dengan tulus dan selalu mendukung program serta kegiatan yang diterapkan dalam pemerintahannya. Pemimpin seperti itu dijelaskan dalam hadis Nabi sebagai seorang yang berada di atas mimbar cahaya.

وَفِي حَدِيثِ زُهَيْرٍ: قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ، وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ، الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا (رواه مسلم)

 

“Dalam hadis Zuhair r.a., menuturkan, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil kelak di sisi Allah akan ditempatkan di atas mimbar dari cahaya, yaitu mereka yang adil dalam menegakkan hukum terhadap keluarga dan apa saja yang diamanatkan kepada mereka”. (HR. Muslim, No: 1827).


Mereka yang miskin memberikan belas kasih dan cinta yang tulus terhadap keluarga dan terhadap sesama muslim, merupakan manusia yang memiliki kemuliaan dan keluhuran. Dengan kasih sayang orang tua dan kasih sayang sesama manusia, suatu generasi akan berkembang dengan baik dan memperoleh pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian akan dapat diwujudkan manusia-manusia yang bermanfaat bagi masyarakatnya dan dapat melahirkan karya-karya besar yang menjadi kebanggaan zamannya. Cinta kasih yang terjalin dalam lingkungan keluarga dan masyarakat akan melahirkan manusia-manusia yang berkualitas serta memiliki akhlak yang luhur.


Mereka yang miskin selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuannya, tetapi masih belum berhasil dan belum bisa meningkatkan kehidupan ekonominya, kemudian mereka bersikap sabar dan tetap menjaga kehormatan dirinya merupakan kelompok manusia yang terpuji. Mereka tetap memiliki harga diri dan tidak mau meminta-minta belas kasihan orang lain. Mereka ini, meskipun hidup dalam keadaan miskin dan dari kalangan orang yang lemah tetap merupakan manusia terpuji yang berkualitas. Pada suatu saat nanti mereka akan memiliki kemampuan, sebagaimana kemampuan yang diperoleh oleh teman-temannya terlebih dahulu, atau mungkin lebih dari itu.


Dr. KH. Zakky Mubarak, MA., Salah seorang Mustasyar PBNU

Taushiyah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×