Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

LPBINU Jabar Tindak Lanjuti Program Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas/Masyarakat di Mulyasari

LPBINU Jabar Tindak Lanjuti Program Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas/Masyarakat di Mulyasari
Workshop penanggulangan bencana LPBINU Jabar di Desa Mulyasari, Pamanukan, Kabupaten Subang, Selasa (13/9/22).
Workshop penanggulangan bencana LPBINU Jabar di Desa Mulyasari, Pamanukan, Kabupaten Subang, Selasa (13/9/22).

Subang, NU Online Jabar
Pengurus Wilayah Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PW LPBINU) Jawa Barat kembali mengadakan workshop soal penanggulangan bencana. Kali ini, pengurus LPBINU Jabar mengajak masyarakat untuk membuat menyusun rencana penanggulangan bencana dan rencana penaggulangan kedararutan bencana di Desa Mulyasari, Pamanukan, Kabupaten Subang. 

 

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari program Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat/komunitas dengan pembekalan materi RPB (Rencana Penanggulangan Bencana) dan RPKB (Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana). 

 

Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang yang mewakili berbagai lembaga yang ada di desa, Tim Siaga Bencana Desa dan unsur Masyarakat. Diantaranya melibatkan anak dan anak muda seperti Karang Taruna, PKK, Mitra Cai, Dasa Wisma, BPD, Kepala Dusun, RW, RT serta Staf Desa.

 

Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok, kelompok pertama menyusun dokumen RPB dan Kelompok yang kedua menyusun RPB.

 

Ketua LPBINU Jabar Dadang Sudardja mengatakan, hasil daripada kegiatan ini adalah tersusunnya dua dokumen yang berisi serangkaian rencana aksi untuk penanggulangan bencana dan rencana aksi penanggulangan kedaruratan bencana serta SOP/Prosedur tetap kedaruratan di Desa Mulyasari. 

 

Selanjutnya, kedua dokumen ini dibuat secara partisipatif dan akan diusulkan menjadi dokumen resmi desa pada lokakarya yang akan datang.

 

“Rencana aksi ini disusun berdasarkan yang mengacu kepada bencana prioritas yang akan ditangani selama 5 tahun ke depan. Berdasarkan hasil Kajian RIsiko Bencana prioritas ada 3, yaitu Banjir, Kekeringan dan Angin Puting beliung,” terang Dadang, Selasa (13/9/22). 

 

Dengan demikian Desa Mulyasari memiliki dokumen RPB dan SOP Tanggap Darurat untuk lima tahun  ke depan  2022-20227 sebagai upaya:

 

1. Menurunkan risiko bencana yang disebabkan oleh banjir, kekeringan dan angin puting beliung.

2. Terwujudnya kolaborasi antar pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

3. Terlaksananya sistem penanggalan bencana alam dan non alam.

4. Meningkatnya kapasitas dan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana, dalam mewujudkan masyarakat yang sadar bencana.

5. Meningkatnya upaya mitigasi bencana prioritas melalui pendekatan struktural dan non struktural.

 

“Secara khusus keluaran dokumen ini adalah berisi implementasi program dan rencana aksi 5 tahun guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bencana,” ujar Dadang. 

 

Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 13 September 2022 mulai dari jam 09.00- 16.00 WIB bertempat di Aula Kantor Desa Mulyasari.

 

Pewarta: Agung Gumelar

Subang Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×