• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Subang

Drama ‘Resolusi Jihad NU’ Meriahkan Hari Santri 2023 di Subang

Drama ‘Resolusi Jihad NU’ Meriahkan Hari Santri 2023 di Subang
Pementasan drama Resolusi Jihad NU di halaman kantor Bupati Subang
Pementasan drama Resolusi Jihad NU di halaman kantor Bupati Subang

Subang, NU Online Jabar
Peringatan Hari Santri 2023 di Kabupaten Subang dimeriahkan oleh pementasan drama epik berjudul ‘Resolusi Jihad NU’. Puluhan santri Pondok Pesantren Al-Mukhtariyyah dan pelajar MTs/MA Darul Ikhlash Caracas memukau penonton dengan mengisahkan peristiwa penting dalam sejarah perjuangan santri, khususnya lahirnya Resolusi Jihad NU dan pertempuran heroik di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.


Drama yang digelar di halaman kantor Bupati Subang pada Ahad (22/10/2023) ini menyoroti rapat ulama pada tanggal 22 Oktober 1945, yang dipimpin oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari. Dalam rapat tersebut, para ulama membahas hukum membela tanah air dari penjajah, yang kemudian melahirkan Resolusi Jihad NU. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan landasan untuk memperingati Hari Santri.


Pentas dimulai dengan menggugah semangat perjuangan melalui puisi yang diiringi oleh alunan musik, menyampaikan pesan penting kepada para santri:


"Tetaplah merasa santri agar tak berhenti berbakti
Tetaplah merasa santri agar tak tinggi hati
Tetaplah merasa santri agar berbudi pekerti
Tetaplah merasa santri agar tak merasa benar sendiri
Tetaplah merasa santri agar terus membaca kitab suci
Tetaplah merasa santri agar hormat pada kiai
Tetaplah merasa santri agar semangat membangun negeri
Tetaplah menjadi santri agar peduli pada ekonomi
Tetaplah merasa santri agar tak takut mati
Tetaplah menjadi santri agar takut pada ilahi
Dan tetaplah merasa santri agar berbuat manfaat untuk ibu pertiwi"


Mirzan Insani, sutradara drama ini, menjelaskan pentingnya para santri memahami sejarah perjuangan mereka. Baginya, pengetahuan tentang sejarah dapat memberi energi kepada para santri untuk berbakti pada agama dan negara.


"Tanpa Resolusi Jihad NU tidak akan ada pertempuran Surabaya 10 November 1945. Tanpa pertempuran Surabaya bisa jadi negeri ini dikuasai sekutu atau penjajah," terang Mirzan.


Mirzan juga menyoroti peran krusial KH Abbas Buntet Pesantren Cirebon dalam pertempuran Surabaya. KH Hasyim Asy’ari bahkan menginstruksikan agar tidak mulai bertempur sebelum kedatangan Kiai Abbas. Hal ini dianggap sebagai motivasi bagi para santri di Jawa Barat untuk berperan dalam kancah nasional.


"Santri Jawa Barat jangan minder untuk berperan dalam kancah nasional, sudah ada contoh dari Kiai Abbas Buntet," tambahnya.


Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat di lingkungan Forkopimda Subang, pengurus ormas Islam, kiai, santri, dan sejumlah tamu undangan lainnya, menciptakan momen yang sarat makna dan inspiratif bagi generasi santri.

​​​​​​​Pewarta: Aiz Luthfi


Subang Terbaru