• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Purwakarta

Forum Guru PNS Gelar Bedah Buku Radikalisme di Media Sosial, Jadikan Moderasi Beragama sebagai Pegangan Bermedsos

Forum Guru PNS Gelar Bedah Buku Radikalisme di Media Sosial, Jadikan Moderasi Beragama sebagai Pegangan Bermedsos
Forum Guru PNS 2019 Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar Bedah Buku Nasional "Radikalisme di Media Sosial" karya Dr. H . Moh. Nuruzzaman di Auditorium Kampus STAI DR. Khez Muttaqin Kabupaten Purwakarta, Sabtu (28/10/2023). (Foto: NU Online Jabar/Salim)
Forum Guru PNS 2019 Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar Bedah Buku Nasional "Radikalisme di Media Sosial" karya Dr. H . Moh. Nuruzzaman di Auditorium Kampus STAI DR. Khez Muttaqin Kabupaten Purwakarta, Sabtu (28/10/2023). (Foto: NU Online Jabar/Salim)

Purwakarta, NU Online Jabar
Forum Guru PNS 2019 Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar Bedah Buku Nasional "Radikalisme di Media Sosial" karya Dr. H . Moh. Nuruzzaman di Auditorium Kampus STAI DR. Khez Muttaqin Kabupaten Purwakarta, Sabtu (28/10/2023). 


Kegiatan dibuka dengan sambutan pengantar oleh Dr. Ainur Rofiq selaku Kasubdit. Bina GTK Ditjen Pendis Kemenag RI melalui zoom. 


Dalam sambutannya, beliau memberi apresiasi kepada para guru PNS Jawa Barat yang telah menyelenggarakan kegiatan bedah buku ini sekaligus menjadi pionir terkait upaya bermedia sosial yang sehat. 


Sementara itu, penulis buku Nuruzzaman mengatakan, tujuan ditulisnya buku ini karena 53% penduduk Indonesia usia 39 tahun ke bawah, menggunakan media sosial sebagai referensi. Mereka menghabiskan rata-rata 9 jam di dunia maya.


"Moderasi beragama salah satu indikator penting penangkalan radikalisme, indikator moderasi beragama itu, yang pertama beragama dan berkomitmen terhadap konsep kebangsaan, yang kedua, beragama anti kekerasan, yang ketiga, beragama yang toleran, dan yang terakhir beragama dengan menghargai budaya dan tradisi lokal," ungkapnya.


Sementara itu, Muhammad Nasif Abdurrahman selaku pembedah buku menyampaikan, bahwa kegiatan bedah buku Radikalisme di Media Sosial ini akan sangat bermanfaat bagi siapapun yang hadir di acara tersebut, khususnya bagi pegawai atau pendidik yang berada di lingkungan Kementerian Agama RI. 


Menurutnya, materi yang disajikan dalam buku karya Staff Khusus Menteri Agama ini sejalan dengan materi moderasi beragama yang sedang gencar diagendakan dan dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI.


"Isi buku Radikalisme di Media Sosial yang ditulis oleh kang Zaman menyajikan data-data yang bisa dipertanggung jawabkan dan mengungkap fenomena-fenomena sosial kekinian, atau istilah fiqih nya adalah Waqi'iyyah. Sehingga menjadikan buku ini buku yang ilmiah dan faktual," tambahnya. 


Sementara itu, Muhammad Qomaruddin selaku panitia kegiatan mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai bagian untuk mengajak dan juga mengedukasi para guru untuk dapat sehat dalam bermedia sosial. 


"Alhamdulillah kegiatan sendiri dihadiri oleh peserta  guru guru se-Jawa barat sekitar 70-80 peserta bisa datang ke lokasi langsung sedangkan sekitar 100 peserta lainnya mengikuti via Zoom meeting,” ujarnya.


Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan guru yang telah hadir, GTK Madrasah yang sudah membantu akses zoom meeting dan juga membuka acara kegiatan serta Ketua STAI DR. Khez Muttaqin Purwakarta, Dr. Surya Darma Hadi  yang sudah memfasilitasi tempat dan peralatan video audio streamingnya untuk kegiatan ini. 


Kegiatan ditutup dengan Pembacaan Deklarasi Guru Sehat Bermedsos yang dipimpin oleh Asep Befi Hermawan selaku Guru MAN 2 Kota Sukabumi.


Kontributor: Heri HR


Purwakarta Terbaru