Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Saran untuk Setiap Peserta Muktamar ke-34 NU dan Penggembiranya

Saran untuk Setiap Peserta Muktamar ke-34 NU dan Penggembiranya
Salah seorang Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin. (Foto: SS Yt TVNU).
Salah seorang Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin. (Foto: SS Yt TVNU).

Oleh: KH Ahmad Ishomuddin 
Dalam berbagai kesempatan, saya sering menyampaikan ide tentang pentingnya kegiatan yang berskala nasional dari PBNU, seperti Muktamar, Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU agar diselenggarakan secara bergiliran antara di Jawa dan di luar Jawa. Hal tersebut dirasa penting agar "berkah" keberadaan NU bukan hanya dirasakan di Pulau Jawa, tetapi juga merata manfaatnya hingga di luar Jawa, se-Indonesia, dan bahkan bukan mustahil agar NU turut andil berperan positif lebih luas dari itu, di kancah internasional. 

 

Gagasan seperti di atas itulah yang mendorong  saya, dan kawan-kawan para aktivis NU Lampung, meminta kepada PBNU agar Muktamar ke-34 NU diselenggarakan di Lampung, daerah kelahiran saya. Lebih-lebih mengingat sudah teramat lama daerah Lampung tidak ditempati kegiatan nasional PBNU, yang banyak diingat kualitas hasilnya adalah kegiatan permusyawaratan NU setingkat di bawah Muktamar, yaitu Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU tahun 1992 di Islamic Centre/Asrama Haji di Bandar Lampung. Muktamar ke-34 NU di Lampung, yang semula direncanakan pada 22-27 Nopember 2020 sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia,  insyaallah resmi dan disepakati akan dilangsungkan pada 22-23 Desember 2021, lebih cepat dari tanggal semula, 23-25 Desember 2021. Tanggal yang disepakati tersebut setelah perdebatan "seru" terkait maju-mundurnya tanggal dan tahun Muktamar.

 

Saya yakin, kelak Muktamar ke-34 NU di Lampung tersebut akan dikenang kebaikannya oleh generasi berikutnya dan para pecinta NU, sebagai Muktamar yang sejarahnya paling unik, keren, istimewa, dan tak terulang sepanjang masa sejak NU berdiri pada tahun 1926.

 

Terlepas dari semua itu, sebagai "tuan rumah" sekaligus sebagai salah seorang panitia pusat yang aktif bertugas melaksanakan amanat Muktamar ke-34 tersebut, saya dan semua pihak yang terlibat di dalamnya telah berupaya maksimal, tak kenal lelah bekerja, untuk menyukseskannya, memberikan pelayanan maksimal semampunya dan menghormati seluruh peserta Muktamar beserta para penggembira yang hadir tanpa diskriminasi. Dan tentu saja saya yakin dan percaya bahwa semua tamu yang akan hadir adalah para tamu yang menjaga keluhuran akhlak, tamu yang punya niat untuk ikut serta merawat, membesarkan, menjaga kemuliaan martabat NU, dan mengutamakan rasa persaudaraan. 

 

Selaku tuan rumah tentulah kami amat ingin menyambut, melayani, memudahkan dan menghormati semua tamu Muktamar ke-34 dengan selayaknya sambil berharap agar para tamu memiliki kesan yang baik setelah mereka kembali, dan memohon maaf serta maklumnya atas segala keterbatasan yang karenanya telah menyulitkan, membuat tidak nyaman, dan jauh dari rasa memuaskan.

 

Kepada para peserta Muktamar saya ingin mengingatkan bahwa datang lebih awal dari tanggal pelaksanaannya dalam kondisi sehat lahir batin insyaallah akan menghindarkan dari berbagai kemacetan akibat kepadatan lalu lintas di perjalanan, baik di pelabuhan laut maupun di bandar udara. Saya juga mengingatkan kepada para penggembira Muktamar ke-34  agar tidak memaksakan diri untuk menghadiri acara "pesta  warga NU" tersebut, mengingat kemacetan atau kepadatan lalu lintas darat, laut, dan udara menjelang Hari Natal dan Tahun Baru. Khusus bagi yang akan menggunakan jasa penyeberangan dengan kapal laut melalui Selat Sunda (Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni Lampung), saya sarankan hendaklah berhati-hatilah sepanjang perjalanan, pilihlah saat dan kapal laut yang tepat, karena Desember/akhir tahun ini cuaca lumayan ekstrim dan gelombang laut kurang bersahabat.

 

Dan yang tak kalah penting, jangan lupa bahwa Panitia Muktamar ke-34 NU di Lampung telah memberikan pembatasan  kepesertaan yang super ketat seperti kepada PWNU, PCNU se-Indonesia, dan PCI-NU se-dunia dan kepada para undangan terbatas lainnya.

 

Penulis merupakan salah seorang Rais Syuriyah PBNU

Opini Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×