Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Lakpesdam, Grand Preanger, dan Charlie Chaplin

Lakpesdam, Grand Preanger, dan Charlie Chaplin
Lakpesdam, Grand Preanger, dan Charlie Chaplin. (Foto: NUJO/Agung)
Lakpesdam, Grand Preanger, dan Charlie Chaplin. (Foto: NUJO/Agung)

Grand Preanger, yang menjadi tempat kami melaksanakan Rapat Kerja Lakpesdam NU Jawa Barat tanggal 27-28 Maret kemarin merupakan sebuah hotel yang berstatus sebagai situs cagar budaya. Bangunan yang berarsitektur kolonial gaya Indische Empire ini diresmikan dan di-launching pada tahun 1929.


Surat Kabar Het Nieuws van den Dag voor Nederlands Indie edisi 4 Desember 1929, No. 279, dengan tajuk Opening Grand Hotel Preanger menuliskan bahwa pembukaan peresmian Grand Hotel Preanger di Bandung akan berlangsung Jum’at malam pukul tujuh sampai pukul sembilan, dengan diawali pidato pembukaan Presiden Komisaris. Juga akan ada pesta dan makan malam mewah yang terbuka untuk pengunjung. Di sana ditulis:


“De officieele opening van den nieuwen aanbouw van Grand Hotel Preanger te Bandoeng zal Vrijdag-avond a.s. plaats hebben. Het officieele gedeelte is gesteld van 7-9 uur n.m. Om half 8 zal door den presidentcommissaris een openingsrede worden uitgesproken. De openingsfeesten worden Zaterdag-avond herhaald. Beide avonden staat het hotel voor de gasten ter bezichtiging open, terwijl een extra fijn diner wordt opgediend.”


Sebelum diresmikan sebagai hotel, tempat ini dulunya merupakan (semacam) pesanggrahan penyedia hiburan bagi para Preanger Planters (juragan perkebunan di Priangan), dari sejak akhir tahun 1890-an. Kemudian seiring ramainya jalan raya pos (postweg/kini jalan Asia Afrika), revitalisasi bangunan pun dilakukan. Atas sentuhan arsitek kenamaan Hindia Belanda saat itu, Carles Prosper Wolff Schoemaker (1882-1949), renovasi pada tahun 1920-an telah menjadikan Hotel Preanger lebih beraroma modern, dengan tampilan perpaduan elegan antara budaya barat dan timur. Sedikit info, C.P. Wolf Schoemaker ini adalah rektor ketujuh Technische Hogeschool te Bandoeng (sekarang ITB). Dia menjadi mualaf pada sekitar tahun 1915. Dalam catatan majalah NU Al-Mawa’idz. No. 32. Tahoen ka-2. Bulan Juli 1934, hal. 483-484, diberitakan bahwa C.P. Wolff Schoemaker hadir dan turut berpidato dalam tabligh akbar Nahdlatoel Oelama di Cicalengka pada bulan 15 Juli 1934. Sepanjang hidupnya, perancang Masjid Raya Cipaganti dan Villa Isola ini memang dikenal dekat dengan kaum pribumi terutama kalangan pergerakan Islam.


Kembali ke hotel Grand Preanger, di lantai bawah terdapat sebuah museum kecil. Di dalamnya merekam memori historis tentang kunjungan singkat seorang komedian legendaris, sutradara, dan komposer film dari Inggris bernama Sir Charles Spencer Chaplin atau Charlie Chaplin (1889-1977), yang singgah di Hotel Grand Preanger pada kali kedua kunjungannya ke Hindia Belanda tahun 1932. Terdapat sebuah kursi berwarna merah yang pernah diduduki Charlie Chaplin, dan di sebelahnya terdapat keterangan tentangnya, lengkap dengan gambar sang legenda berkumis pendek di tengah, serta mengenakan pakaian khasnya berupa jas kesempitan, celana panjang kebesaran, dan sebuah topi serta tongkat. Tentang pengalamannya ini, serta pujiannya pada keuikan hotel Grand Preanger dan keindahan tanah Priangan, Charlie Chaplin menuliskannya dalam buku Comedian Sees The World.


Charlie Chaplin adalah tokoh yang jenaka dalam lakon-lakonnya. Sebagaimana sang perintis Lakpesdam NU yang juga jenaka dalam lakon kehidupannya, KH. Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur. Dia lah yang saat pertama kali terpilih menjadi ketua umum PBNU dalam Muktamar NU ke-27 di Situbondo tahun 1984, langsung tancap gas untuk "menghidupkan" manusia-manusia NU, berikut segala sumber daya yang melekat dalam dirinya. Konsep awalnya dinamakan pengembangan sumberdaya manusia (PSDM). Barulah kemudian, pada 7 April 1985 mengkristal menjadi Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia, LAKPESDAM !

 

Agung Purnama, Pengurus Lakpesdam PWNU Jawa Barat. 

Ngalogat Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×