• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 19 April 2024

Ngalogat

BULAN GUS DUR

Gus Dur dan Tanggal-Tanggal Bersejarah

Gus Dur dan Tanggal-Tanggal Bersejarah
Gus Dur dan Ibu Sinta Nuriyah bertukar cincin dalam rangka peluncuran buku Gus Dur Berbeda itu Asyik, 11-09-2004. (Foto: Dok. Penerbit Kanisius)
Gus Dur dan Ibu Sinta Nuriyah bertukar cincin dalam rangka peluncuran buku Gus Dur Berbeda itu Asyik, 11-09-2004. (Foto: Dok. Penerbit Kanisius)

Oleh Iip Yahya
Sesaat setelah buku bergambar Gus Dur Berbeda itu Asyik siap edar, muncul pertanyaan, kapan buku ini akan diluncurkan? Hari lahirnya ada 3 versi: 4 Agustus 1940 Masehi atau 4 Sya’ban 1359 Hijriah, atau 7 September 1940. Ataukah 11 Juli 1968 saat ia menikah jarak jauh dengan Ibu Sinta Nuriyah?
Buku yang akan diluncurkan ini mewakili kekaguman dan kegembiraan yang perlu dirayakan. Harus dicari tanggal bersejarah ketika Gus Dur pernah berpesta untuk suatu syukuran. Maka ketemulah tanggal 11 September 1971, saat pasangan Gus Dur - Sinta Nuriyah melaksanakan pesta pernikahan yang tertunda. Sebuah pesta sederhana di Jombang, Jawa Timur.

Asroru Maula, kawan yang menjadi penghubung ke Gus Dur, segera mencari kontak Adhie Massardi. Sebagai mantan juru bicara presidien, Adhie masih berkontak erat dengan Gus Dur.

"Gus, kami mau meluncurkan buku bergambar Berbeda itu Asyik tanggal 11 September (2004)," ujar Asroru Maula menyampaikan maksudnya.

"Kenapa tanggal 11 September?" tanya Gus Dur.

"Itu tanggal pesta pernikahan yang tertunda, saat Panjenengan baru kembali ke Jombang tahun 1971."

"Ooh iya, iya. Ya sudah, atur sama orang di rumah."

Dua hari menjelang hari H, publik Jakarta dikagetkan dengan peristiwa yang kemudian dikenal sebagai bom Kuningan. Kami sempat gamang dengan kejadian mengerikan ini, tetapi Mbak Yenny memastikan acara akan tetap berlangsung.

11 September 2004. Halaman rumah Ciganjur sudah dipasangi tenda putih, seperti mau hajat pengantenan. Sejumlah tokoh nasional tampak hadir. Penyanyi kawakan Hetty Koes Endang menyanyikan sejumlah lagu. Setelah serah terima buku oleh Penerbit Kanisius, sejumlah tokoh memberikan testimoni termasuk Kang Sobary. Di acara puncak, Gus Dur dan Ibu Sinta Nuriyah bertukar cincin. Ah, pasti ini idenya Mbak Inay.

Untuk ukuran mantan Presiden, pesta yang berlangsung sangat sederhana tetapi khidmat. Saya tentu saja sangat bersyukur, dari sekian ratus buku tentang Gus Dur, inilah buku yang diluncurkan di Ciganjur.

Penulis adalah penganggit buku bergambar Gus Dur Berbeda itu Asyik.
 


Editor:

Ngalogat Terbaru