• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Daerah

Farhan: Kader PMII Harus Baca Buku

Farhan: Kader PMII Harus Baca Buku
Farhan (kanan) saat mengisi Mapaba PMII STIDKI NU Indramayu. (Foto: Zaenuri)
Farhan (kanan) saat mengisi Mapaba PMII STIDKI NU Indramayu. (Foto: Zaenuri)

Indramayu, NU Online Jabar
Kader PMII harus baca buku dan bersilaturahim agar dapat memperluas pengetahuan dan juga jaringan. Organisasi harus dijadikan sebagai sarana peningkatan integritas pribadi untuk dapat menganalisis berbagai situasi sosial yang terjadi. Memperkuat literasi dengan banyak membaca dan menulis, akan mendorong keilmuan anggota semakin meningkat
Demikian disampaikan oleh Farhan, dosen STIDKI NU Indramayu saat mengisi materi analisis sosial dalam Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STIDKI NU Indramayu, Sabtu-Ahad (26- 27/12). 

“Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya,”   ujar Farhan. “Dengan membaca buku, maka akan mendapatkan sumber ilmu yang dapat menambahkan wawasan serta meningkatkan kualitas hidup seseorang,” lanjutnya. 

Kader PMII, menurutnya, jika ingin menguasai ilmu pengetahun maka harus mampu masuk ke dalam  gudangnya dengan menggunakan kuncinya. 

“Kalau kader PMII malas membaca, maka akan menjadi manusia bodoh. Di samping itu, seorang mahasiswa tidak akan mampu membaca situasi sosial, jika tidak memiliki kemampuan untuk membaca buku,” tegasnya. 

Mapaba tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Integritas dan Loyalitas Anggota dalam Menghadapi Tantangan Global” diikuti  puluhan peserta yang berasal dari kampus STIDKI NU Indramayu dan AMIK Purnamaniaga Indramayu. 

Ketua PMII Komisariat STIDKI NU Indramayu, Bahrul Ulum, dalam sambutannya  mengatakan bahwa Mapaba merupakan kegiatan yang penting dalam PMII sebagai kaderisasi yang. 

“Mapaba selain sebagai pengenalan organisasi, juga dimaksudkan untuk meningkatkan integritas anggota PMII. Materi yang disampaikan adalah tentang ke-PMII-an dan Aswaja yang merupakan manhajul fikr dan manhajul harokah di PMII. Dengan menguasai manhaj tersebut, maka integritas anggota PMII akan semakin tinggi dan memiliki komitmen untuk berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama,” jelas Bahrul Ulum.

Ketua Cabang PMII Kabupaten Indramayu, Raka Indra Lukmana, saat membuka kegiatan memberikan motivasi kepada para peserta untuk tetap semangat berproses di PMII, mengingat PMII STIDKI NU Indramayu adalah komisariat baru yang masih membutuhkan bimbingan dari berbagai pihak. 

"Tetap semangat menjalani proses, dan terus menjadi mahasiswa yang bermanfaat baik bagi nusa, bangsa dan agama. Kader PMII dituntut untuk peka menghadapi berbagi isu yang terjadi, baik di daerah maupun nasional,” ungkapnya.

Salah seorang peserta MAPABA STIDKI NU 2020, Sevi mengatakan, dirinya tertarik untuk ikut menjadi anggota PMII karena memang sudah banyak mendengar tentang kiprah organisasi ekstra kampus tersebut. 

“Saya mengikuti Mapaba ini dan menjadi anggota PMII, dengan harapan dapat belajar berorganisasi. Saya yakin di PMII ini bisa berkembang dan berproses untuk menjadi mahasiswa yang berwawasan luas,” ujarnya.

Pewarta: Zaenuri
Editor: Iing Rohimin


Editor:

Daerah Terbaru