Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Al Hajju Al 'Arafah, Haji itu Wukuf di Arafah (5)

Al Hajju Al 'Arafah, Haji itu Wukuf di Arafah (5)
Al Hajju Al 'Arafah, Haji itu Wukuf di Arafah (5) (Foto: NU Online Jabar)
Al Hajju Al 'Arafah, Haji itu Wukuf di Arafah (5) (Foto: NU Online Jabar)

Sedangkan Mabrur dalam pelaksanaan ibadah haji adalah mengikuti dan melaksanakan semua aturan yang telah ditetapkan dalam manasik haji; baik rukun, wajib, maupun sunnat, didasari iman dan taqwa, disertai niat yang tulus semata-mata karena Allaah. Di samping itu menjauhi, menghindari semua larangan yang telah digariskan; antara lain :


Rafas, yaitu melakukan hubungan seksual antara suami isteri di saat masih mengenakan ihram sebelum tahallul. Rafas bisa saja berupa perbuatan fisik, perkataan, ataupun angan-angan (imajinasi).


Fusuk, yaitu tingkah laku yang menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan; i'tikad, perkataan atau perbuatan. Dalam kata lain menentang aturan yang sudah baku.


Jidal, yaitu berbantah-bantahan tanpa kontrol, saling ejek, saling hina diantara sesama hujaj atau orang lain yang dapat mengakibatkan pertengkaran dan perpecahan, atau mungkin perkelahian, akibat nafsu tak terkendalikan, emosi lepas kontrol.

فمن فرض فيهن الحج فلا رفث ولا فسو ولا جدال ..
فى الحج...


Adapun Mabrur sesudah haji adalah tetap setia, taat, patuh dalam melaksanakan segala perintah Allaah, menjauhi segala yang dilarang-Nya, didasari iman dan melakukan amal shaleh (taqwa). Sejumlah pembelajaran dari pelaksanaan ibadah haji yang berupa amal-amal shaleh harus dijaga dan dipelihara, serta lebih ditingkatkan.  Sedangkan amal salah berusaha ditinggalkan sama sekali, atau paling tidak dikurangi. Begitu pula penyakit-penyakit hati sepulangnya ibadah haji, seperti :Takabbur  (menyombongkan diri), Sum'ah, suka membangga- banggakan diri, menggunjing, menjelekkan orang lain (Ghibah), jangan coba-coba dipelihara, bakarlah dengan semangat haji. Karena kedua sifat ini (sum'ah dan ghibah) biasanya paling senang diceritakan oleh sebagian hujjaj yang baru pulang; menceritakan kebaikan pribadi selama ibadah haji disertai menceritakan kejelekan orang lain, bukan bermaksud memberikan motivasi bagi yang belum haji, tapi semata-mata ingin mendapat pujian belaka. Begitu juga sifat lainnya, seperti Ujub, Riya, dan Hasud, serta sifat Thama' (mengharapkan pemberian orang) sangat tidak pantas dimiliki seorang haji.
 

Sa'yan Maskuuran


Perjalan haji adalah perjalanan yang harus disyukuri (sa'yan maskuuran). Mengapa demikian? 


Pertama, tidak semua orang diberi kesempatan, atau mendapat undangan dari Allaah, bagi yang kaya sekali pun, apa lagi yang tidak istitha'ah. Jadi sungguh bahagia orang yang mendapat Undangan Allaah untuk beribadah haji, diistimewakan, terpilih dibanding     yang lain. Belum lagi perjalanan selama proses ibadah haji; sejak ihram dari miiqaat; Mina, Muzdalifah, Arafah, Masjidil Haram, thawaf mengelilingi Ka'bah, mas'a (tempat sa'i), Shafa, Marwa. Semua tempat tersebut pernah diinjak, ditapaki Rasuulullah bersama para sahabat, para ulama, dan orang-orang shalih lainnya. Ini semua akan menambah semangat dan kekhusyuan dalam pelaksanaan ibadah haji. Syukurilah semuanya.


Begitu juga di kota Madinah, kota kedua yang dibangun Rasuulullaah tempat menyebarkan da'wah dalam penyampaian risaalahnya.


Kedua, syukuri pula ketika pulang menuju tanah air, kita selamat telah berhasil menunaikan perintah-Nya. Bagaimana menyukurinya? Tentu saja terimalah dan yakini bahwa semua keberhasilan adalah milik Allaah yang telah dilimpahkan kepada kita sebagai rahmat-Nya untuk kemudian kita pelihara, dan berusahalah merubah tingkah laku yang buruk dengan yang baik, dan yang telah baik lebih ditingkatkan lagi, insya allaah kemabruran haji akan menjadi bekal untuk mendapat rahmat Allaah yang ter-


besar kelak, sorga-Nya. (Bersambung).


H Awan Sanusi, salah seorang A'wan PWNU Jawa Barat

Ngalogat Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×