• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Nasional

PBNU Keluarkan 7 Poin Pernyataan Sikap Terkait Konflik Kekerasan Israel- Palestina

PBNU Keluarkan 7 Poin Pernyataan Sikap Terkait Konflik Kekerasan Israel- Palestina
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Bandung, NU Online Jabar
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan tujuh poin pernyataan sikap terkait eskalasi kekerasan antara Israel dan Palestina yang meletus pada Ahad (8/10/2023). Pernyataan itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, Senin (9/10/23).


Rilisan surat pernyataan resmi tersebut sebagai bentuk keprihatinan dan mengajak semua umat untuk menyerukan resolusi damai. Berikut adalah inti dari pernyataan tersebut:
 

Pertama, Penyesalan dan Keprihatinan 
PBNU menyampaikan penyesalan dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya eskalasi konflik dan kekerasan antara Israel dan Palestina di Kawasan Jalur Gaza. Mereka menyoroti konsekuensi kemanusiaan yang tragis dan kehilangan jiwa yang terjadi selama konflik tersebut.


Kedua, seruan untuk Menghentikan Konflik 
Dalam pernyataannya, PBNU dengan tegas menyerukan agar konflik dan kekerasan segera dihentikan dengan segala daya upaya. Mereka menekankan urgensi untuk menghindari lebih banyak korban kemanusiaan dan untuk menciptakan kondisi yang mendukung perdamaian.


Ketiga, mengajak masyarakat internasional untuk bertindak tegas
PBNU mengajak masyarakat internasional untuk bertindak dengan lebih tegas dalam mencari penyelesaian yang adil atas konflik Israel-Palestina. PBNU menekankan pentingnya berpegang pada hukum dan kesepakatan internasional yang ada.


Keempat, mendesak PBB untuk ambil sikap 
Menyerukan kepada Anggota Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak menggunakan hak veto dalam membela satu pihak dalam tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan tersebut.


Kelima, menolakan penggunaan identitas keagamaan 
Menyerukan agar identitas dan seruan-seruan keagamaan tidak digunakan untuk memupuk dan menyuburkan permusuhan dan kebencian, termasuk dalam kaitan dengan konflik dan kekerasan Israel-Palestina.


Keenam, mempromosikan nilai agama untuk resolusi konflik 
Menyerukan agar inspirasi agama tentang rahmah, persaudaraan dan keadilan universal dikedepankan demi mengupayakan resolusi konflik di semua tingkatan, baik di struktur politik maupun di tingkat komunitas.


Ketujuh, seruan untuk doa bersama dan shalat gaib
PBNU mengajak umat Islam dan warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan shalat ghaib dan doa bersama, tidak hanya untuk mendoakan arwah yang meninggal akibat eskalasi kekerasan, tetapi juga untuk mendoakan agar jalan perdamaian dan keadilan dapat segera diwujudkan di kawasan tersebut.


Pewarta: Abdul Manap
 


Nasional Terbaru