Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Duta Besar Jepang Kenji Kanasugi Nilai NU Miliki Moderatisme dan Pluralisme yang Beradab

Duta Besar Jepang Kenji Kanasugi Nilai NU Miliki Moderatisme dan Pluralisme yang Beradab
Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Kenji Kanasugi saat bertemu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta (Foto: NU Online)
Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Kenji Kanasugi saat bertemu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Kenji Kanasugi melakukan kunjungan resmi ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta pada Kamis (17/6). Pada  kunjungannya tersebut, ia menilai penting melakukan kerja sama dengan Nahdlatul Ulama mengingat ia banyak menemukan ajaran Islam di Jepang.

"Saya menemukan banyak ajaran Islam di masyarakat Jepang. Untuk mengembangkan kerjasama tersebut saya ingin bertemu dengan Bapak Kiai (Kiai Said),” katanya sebagaimana dilaporkan NU Online.

NU dipilih karena Kanasugi meyakini bahwa Indonesia dan Jepang memiliki nilai moderatisme dan pluralisme yang beradab. “Saya yakin Jepang dan Indonesia memiliki nilai yang sama,” katanya.

Oleh karena itu, kunjungannya kali ini guna bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara Jepang dan Indonesia, khususnya dengan NU. “Sebagai kedutaan Jepang di Indonesia, kami sangat berkeinginan untuk meningkatkan hubungan kerjasama lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa kunjungan Dubes Kenji Kanasugi sangat berarti untuk meningkatkan kerjasama Jepang dengan Indonesia, khususnya dengan NU. “Kunjungan yang sangat berharga, sangat berarti,” katanya.

Kiai Said menyampaikan bahwa kerjasama NU dan Jepang memang perlu ditingkatkan, terutama dalam bidang teknologi. Hal ini sangat diperlukan untuk pengembangan teknologi di Indonesia. “Kita tingkatkan hubungan kerjasama antara NU dan Jepang, antara Indonesia dan Jepang,” kata kiai yang menamatkan studi pendidikan tingginya di Arab Saudi itu.

Lebih dari itu, Kiai Said menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara berkembang perlu untuk banyak belajar mengenai teknologi dari Negeri Matahari Terbit itu. “Dan yang penting, kita bisa mentransfer teknologi karena kita negara berkembang harus banyak belajar dari Jepang,” ujarnya.

Tidak hanya teknologi, tetapi Indonesia juga harus belajar mengenai bidang-bidang lainnya, seperti transportasi, peternakan, pertanian, hingga maritim. “Harus banyak belajar dari Jepang, dari sisi teknologi, pertanian, peternakan, dan seterusnya. Kita sangat jauh ketinggalan dari Jepang, tapi Jepang insyaallah akan bersedia mentransfer teknologi, baik kereta api, transportasi, peternakan, maritime,” pungkasnya.

Editor: Abdullah Alawi 

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×