• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Nasional

Ketum PBNU Masuk Jajaran 20 Besar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia Tahun 2024

Ketum PBNU Masuk Jajaran 20 Besar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia Tahun 2024
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf

Bandung, NU Online Jabar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, yang dikenal dengan sebutan Gus Yahya, berhasil meraih prestasi gemilang dengan masuk dalam daftar 20 besar Muslim paling berpengaruh tahun 2024 versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Bersama Gus Yahya, nama-nama besar seperti Presiden Joko Widodo dan Al-Habib Luthfi bin Yahya juga turut menghiasi daftar yang dirilis oleh RISSC.


RISSC, lembaga penelitian independen yang berafiliasi dengan Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought, merilis daftar 500 tokoh Muslim berpengaruh dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang profesi. Dalam daftar ini, Gus Yahya menempati posisi yang sangat prestisius, mengingat peran dan kontribusinya dalam kepemimpinan PBNU.


Menurut keterangan yang dirilis NU Online dan diterjemahkan dari RISSC, Gus Yahya memegang jabatan sebagai Ketua Umum PBNU, sebuah organisasi Muslim terbesar di dunia dengan lebih dari 90 juta anggota dan 21.000 madrasah. NU mengamalkan tradisi Islam Sunni dan mengajarkan pesan utama Islam tentang cinta dan kasih sayang universal.


Gus Yahya, yang lahir pada 16 Februari 1966, memiliki garis keturunan ulama Jawa yang panjang dan terkenal. Dalam proses pendidikannya, ia dididik dalam ilmu-ilmu formal dan spiritual Islam, menjadi murid ulama terhormat seperti KH Ali Maksum dan Gus Dur, Ketua Umum PBNU periode 1984-1999.


NU, didirikan pada tahun 1926, memiliki jaringan yang melibatkan 30 pengurus wilayah dengan 339 cabang, 12 cabang khusus, 2.630 majelis wakil cabang, dan 37.125 ranting di seluruh Indonesia. Organisasi ini mempraktikkan doktrin Ahl Al-Sunnah wa Al-Jama'ah dan berlandaskan pada sumber-sumber yurisprudensi Islam tradisional.


Gus Yahya, yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo, memberikan kontribusi besar dalam memimpin NU sebagai organisasi yang aktif dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. NU diposisikan sebagai organisasi Islam tradisional utama di Indonesia, dengan fokus pada pendidikan dan keterlibatan politik kebangsaan berdasarkan prinsip-prinsip Islam.

 

Dalam situs resmi RISSC, Gus Yahya mengungkapkan pentingnya menemukan penafsiran agama yang baru dan bermoral untuk memandu hubungan yang harmonis antarumat beragama. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Gus Yahya tidak hanya memimpin PBNU dengan cemerlang tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam dialog antaragama dan pembangunan masyarakat.


Sebagai tambahan informasi, Royal Islamic Strategic Studies Centre adalah badan penelitian independen yang memiliki afiliasi dengan Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought, sebuah lembaga internasional non-pemerintah yang berkantor pusat di Amman, Yordania.
 


Nasional Terbaru