• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 19 April 2024

Kota Bandung

Jelang Tahun Pemilu, Ketua LTNNU Jabar Imbau Media Pesantren Lebih Hati-Hati

Jelang Tahun Pemilu, Ketua LTNNU Jabar Imbau Media Pesantren Lebih Hati-Hati
Ketua Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Barat, Zianuddin Asyarifie. (Foto: NU Online Jabar)
Ketua Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Barat, Zianuddin Asyarifie. (Foto: NU Online Jabar)

Bandung, NU Online Jabar
Menjelang masuknya tahun Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, Ketua Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Barat, Zianuddin Asyarifie mengimbau pengelola media pesantren agar lebih berhati-hati dalam mengunggah konten di sosial media.


Menurutnya, saat ini banyak sekali pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja memanfaatkan momentum tersebut untuk membuat kegaduhan dengan membuat video singkat yang isinya kontroversi kemudian diunggah ulang dan disebarkan ke berbagai platform di sosial media. 


“Saya kita kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian di Pondok Pesantren Manglid, Kabupaten Bandung yang sempat ramai beberapa waktu lalu. Ini menjadi warning bagi para admin media di pesantren,” katanya kepada NU Online Jabar, Jumat (5/5/2023).


Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bagoy itu menyarankan para admin pengelola media di pesantren agar lebih teliti lagi dalam menyeleksi konten-konten yang akan diunggah di sosial media. Ia juga menyarankan para admin untuk betul-betul memahami etika bersosial media.


“Kadang netizen inikan tidak semunya bisa membedakan mana serius dan mana candaan saat mendengarkan ceramah-ceramah dari kiai kita ini. Oleh karena itu saya pikir disitulah pentingnya selektif sebelum mengunggah konten. Saya yakin santri-santri di pesantren memiliki akhlak yang baik,” ucapnya. 


Selanjutnya, Bagoy juga memperingatkan terkait Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang sudah disahkan oleh pemerintah. Menurutnya, pasal-pasal yang ada di dalam UU PDP ini bisa menjerat siapa saja pelaku kejahatan tersebut termasuk yang di pesantren. 


“Saya minta dengan sangat untuk bijak dalam mengelola sosial media pesantren. Jangan sampai karena hal-hal seperti ini merusak marwah pesantren yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi suri tauladan bagi kita semua,” tuturnya. 


Ia juga berpesan kepada media-media NU dan pesantren lainnya baik di tingkat cabang maupun wilayah untuk tidak cepat termakan berita atau informasi-informasi yang masih belum terferifikasi kebenarannya. 


“Menjelang Pemilu inikan banyak isu-isu yang sensitif sehingga orang mudah cepat keluar tanduk ketika membaca sebuah berita. Nah ini yang sangat ingin saya sampaikan dan saya menghimbau sekaligus berharap kepada PCNU atau pesantren di Jabar agar tidak mudah terpancing oleh berita-berita yang belum terferifikasi kebenarannya,” tandasnya.


Terakhir, ia juga mengucapkan selamat untuk akun Youtube NU Online yang sudah mencapai 1 juta suscriber.


Pewarta: Agung Gumelar


Kota Bandung Terbaru