• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Kota Bandung

Gelar Seminar, Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Fokus Bahasan PMII Jabar

Gelar Seminar, Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Fokus Bahasan PMII Jabar
Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Fokus Utama Bahasan Seminar PMII Jabar
Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Fokus Utama Bahasan Seminar PMII Jabar

Bandung, NU Online Jabar
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar Seminar Ketahanan Pangan dan Energi yang bertempat di Gedung Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat pada Sabtu (2/12/2023). Kegiatan tersebut turut mengundang narasumber yakni Ketua Tim Kerja Pengendalian Pelaksana Irigasi dan Rawa Citarum Dandy Harry Utama, Ketua LPP PWNU Jawa BaratNurdin Hidayat, dan Direktur Teknologi dan Informasi PT. MIGAS UTAMA JABAR Ir. Muhammad Sani.


Dalam sambutannya, ketua pelaksana kegiatan Muhammad Afdzol Zulfikar berterima kasih kepada seluruh peserta serta narasumber yang hadir. Ia menilai, kegiatan tersebut penting untuk diselenggarakan karena Jawa barat merupakan wilayah agraris dan salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia.


Tidak hanya itu, ia menyebut bahwa Jawa Barat merupakan provinsi dengan penduduk terpadat kedua setelah DKI Jakarta dengan memiliki luas lahan yang menjadi area pesawahan mencapai 1,58 Juta Hektare, total penduduk sebanyak 48.152.280 jiwa atau lebih dari 18% total penduduk Indonesia, dengan laju pertumbuhan penduduknya sekitar 1 hingga 2 % dan cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya. Akan tetapi, secara kuantitas jumlah penduduk terus bertambah dari tahun ke tahun.


Menurutnya, terjadinya fenomena alam El-Nino dalam beberapa bulan terakhir tidak dapat dipungkiri sehingga berdampak kepada produksi pangan di Jawa Barat.


"Di awal bulan November lalu, Badan Pusat Statistik Jawa Barat merilis data hasil panen padi selama tahun 2023 sebanyak 7,47 juta tons Gabah Kering Giling (GKG) selama periode Januari s/d September dengan target produksi gabah sebanyak 9,10 juta tons di akhir tahun 2023. Capaian hasil panen ini pun masih defisit jika dibandingan dengan hasil panen di tahun 2022 yang mencapai 9,43 juta tons produksi Gabah Kering Giling (GKG)," paparnya.


Menurutnya, salah satu hal penting terkait jumlah penduduk adalah ketersediaan pangan. Ia berharap, masalah ketersediaan pangan mencakup produksi, distribusi hingga konsumsi logistik pangan bisa ditangani oleh seluruh pihak terkait. "Pemerintah baik di pusat maupun daerah memiliki kewenangan melakukan berbagai upaya untuk memenuhi program ketahanan pangan dan ketersediaan logistik pangan,"


Sementara itu, Ketua PKC PMII Jawa Barat, Aprilia Eka Dani mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk refleksi sejauh mana perhatian pemerintah dan peran serta masyarakat terkait kemerdekaan pangan daerah, serta memahami bahwa kedaulatan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Ia menilai, energi dan pangan adalah kebutuhan mendasar bagi setiap manusia untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari guna mempertahankan hidup. Ia menjelaskan hal tersebut juga merupakan hak dasar bagi setiap warga Negara.


"Sebagai kebutuhan dasar, Energi dan pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa, ketersediaan energi dan pangan yang tidak memenuhi kebutuhan masyarakat dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi," paparnya.


April menyebut, keduanya merupakan faktor kunci dalam pembangunan, karena hampir semua sektor ekonomi membutuhkan energi untuk beroperasi. Dalam konteks pembangunan, energi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti penerangan, pemanasan, transportasi, produksi makanan dan bahan baku industri. Selain itu, hal tersebut juga penting dalam meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.


"Tentu, kami berpegang teguh pada nilai kaderisasi spiritual dan intelektual untuk menciptakan pribadi yang memiliki citra diri ulul albab, yakni pribadi yang dapat mengintegrasikan antara keyakinan, keilmuan, dan amal soleh. Hal ini menjadi motivasi PMII dalam berpikir, bersikap dan bertindak. Maka PMII menaruh perhatian besar pada masalah kemanusiaan, salah satunya pada persoalan sumber energi dan ketahanan pangan yang menjadi kebutuhan seluruh manusia tanpa terkecuali, dan sekaligus sebagai upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.


Kota Bandung Terbaru