• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Keislaman

Tips Cepat Istiqomah Membaca Shalawat ala Habib Rifqi Aidid

Tips Cepat Istiqomah Membaca Shalawat ala Habib Rifqi Aidid
Maulana Habib Rifqi bin Umar al Aidid. (Tangkapan layar NU Online)
Maulana Habib Rifqi bin Umar al Aidid. (Tangkapan layar NU Online)

Bandung, NU Online Jabar

Shalawat merupakan ibadah yang cukup mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, membaca shalawat bisa menjadi alternatif ibadah bagi orang-orang dengan kesibukan yang tinggi sehingga tidak sempat untuk melakukan ibadah atau amalan-amalan sunnah lainnya. Lalu bagaimana cara agar kita senantiasa istiqomah untuk membaca shalawat?

 

Maulana Habib Rifqi bin Umar al Aidid menuturkan bahwa keistiqamahan tidak bisa dilakukan dengan cara yang instan dan sekaligus dalam sekala yang besar. Akan tetapi, keistiqamahan itu sendiri dimulai dari sekala yang kecil. 

 

Oleh karena itu, menurutnya, cara agar kita bisa istiqomah untuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw adalah dimulai dengan sekala yang kecil dan kita merasa butuh dengan Rasulullah Saw. 

 

Habib Rifqi mencontohkan misalnya dalam sehari kita mulai mengistiqomahkan 10 kali membaca shalawat kepada nabi Muhammad dengan lafal yang pendek misalnya Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, satu minggu kemudian dinaikkan menjadi 20 kali, nanti satu bulan misalnya menjadi 30 kali, sampai kita merasa menyesal atau tidak enak ketika tidak bershalawat dalam sehari. 

 

“Kita mungkin punya kesibukan sehari itu 24 jam, dari 24 jam itu mungkin sibuk kita hampir 12 jam, kita masih punya waktu 12 jam untuk istirahat, atau sibuk kita lebih misalkan 18 jam, berarti kita masih punya waktu 6 jam untuk istirahat. Kita mulai dari sekala yang kecil, misalnya membaca Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, itu kita sudah dihitung satu kali membaca shalawat kepada nabi Muhammad, berapa detik kita harus meluangkan waktu untuk nabi Muhammad?” tutur Habib Rifqi dikutip NU Onlin Jabar dalam tayangan Youtube NU Online, Sabtu (1/10/2022). 

 

Habib Rifqi menjelaskan bahwa ketika kita membaca sepuluh kali shalawat kepada Nabi Muhammad, maka kita akan mendapatkan 100 kebaikan dari Allah Swt. Selain itu, shalawat merupakan ibadah yang sudah pasti diterima oleh Allah Swt. 

 

Cara selanjutnya, menurut Habib Rifqi adalah menjadikan diri ini butuh dengan Rasulullah Saw. 

 

“Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw adalah amalan yang paling enak di akhir zaman. Kita shalawat ini karena kita butuh kepada Nabi Muhammad Saw, karena kita ini manusia biasa. Apa kita ini tanpa Rasulullah Saw? Kita jadikan diri kita ini butuh sama Rasulullah Saw, dengan begitu kita bisa pelan-pelan istiqomah bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw,” tuturnya. 

 

Sebagai informasi, Habib Rifqi Al Aidid ini memiliki nama lengkap Muhammad Rifqi bin Umar Al Aidid. Beliau berasal dari Solo, Jawa Tengah. Dengan suara emasnya dalam melantunkan sholawat, sering kali menjadi sorotan kamera saat acara sholawatan di manapun tempatnya berlangsung. 

 

Banyak yang menyebut bahwa Rifqi Aidid adalah munsyid kesayangan Abuya Zain bin Hasan Baharun. Terbukti, Habib Rifqi berulangkali menemani Abuya dalam setiap acara-acaranya. Ia juga beberapa kali menemani munsyid ternama asal Mesir; Musthofa Atef dalam kunjungannya ke Indonesia. 

 

Di luar pondok, Habib Rifqi juga sering mendapat undangan ke luar kota, salah satunya saat acara Tabligh Akbar bersama Habib Segaf Baharun di Jawa Barat. Habib Rifqi juga pernah mendapat undangan maulid di Banjar, Kalimantan.

 

Pewarta: Agung Gumelar


Keislaman Terbaru