Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Bentuk TSB di Desa Sindangjaya, LPBINU Berharap Bisa Wujudkan Desa Tangguh Bencana

Bentuk TSB di Desa Sindangjaya, LPBINU Berharap Bisa Wujudkan Desa Tangguh Bencana
Bentuk TSB di Desa Sindangjaya, LPIBNU Berharap Bisa Wujudkan Desa Tangguh Bencana. (Foto: NUJO/Dadang)
Bentuk TSB di Desa Sindangjaya, LPIBNU Berharap Bisa Wujudkan Desa Tangguh Bencana. (Foto: NUJO/Dadang)

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Lembaga Penanggulangan Bencana Dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat kembali membentuk Tim Siaga Bencana di Desa Sindangjaya Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kantor Desa Sindangjaya pada 19-20 Agustus 2022.

 

Ketua LPBINU Jawa Barat Dadang Sudardja mengatakan, pembentukan Tim Siaga Bencana merupakan bagian dari program Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat/Komunitas. Tim ini, lanjutnya, akan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana dan akan di SK kan langsung oleh kepala Desa. 

 

“Program kerjanya akan masuk di RPJMDESA  dan menjadi program desa yang difasilitasi melalui dana desa. Dengan demikian Tim ini akan memperoleh dukungan anggaran dalam menjalankan program kerjanya,” ujar Dadang. 

 

Menurut Dadang, Kepengurusan Tim Siaga Bencana terdiri dari: Dewan Pembina, Ketua, Sekretaris, Bendahara, Koodinator Divisi Evakuasi, Divisi Huntara/Pengungsian, Divisi Dapur Umum, Divisi Logistik, dan Divisi Humas. 

 

“Dengan jumlah anggota sebanyak 60 orang dari berbagai unsur lembaga yang ada di desa, seperti Karang Taruna, PKK, BPD, Perwakilan Dusun dan RW serta tokoh pemuda dan masyarakat tim ini ketika tidak sedang terjadi bencana bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat, melaksanakan pelatihan untuk memperkuat kapasitas tim, dan lain-lainya,” paparnya.

 

“Ketika terjadi bencana, tugas mereka melakukan evakuasi masyarakat terdampak, menyiapkan tempat pengungsian, Dapur umum, Pencarian dan pertolongan, dan memberikan pelayanan kesehatan dan physikososial, assessment keperluan pengungsi,. Sedangkan pada paska Bencana tim dapat membantu pemerintah daerah/desa dalam melaksanakan pemilihan (Rehabilitasi dan Rekonstruksi). Dengan adanya tim ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana,” tandas Dadang. 

 

Pewarta: Agung Gumelar

Terkait

terpopuler

rekomendasi

topik

×