Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Habib Luthfi bin Yahya: Tanggung Jawab Kita Bersama Jaga Kebhinekaan dan Persatuan

Habib Luthfi bin Yahya: Tanggung Jawab Kita Bersama Jaga Kebhinekaan dan Persatuan
Habib Luthfi bin Yahya: Tanggung Jawab Kita Bersama Jaga Kebhinekaan dan Persatuan
Habib Luthfi bin Yahya: Tanggung Jawab Kita Bersama Jaga Kebhinekaan dan Persatuan

Cirebon, NU Online Jabar
Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah al Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya menyampaikan bahwa bangsa dan negara Indonesia ini adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya oleh pemerintah saja, bukan pula tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (Polri) atau ulama saja.


“Seperti malam ini, luar biasa, ada ulama, habib, TNI-Polri, pemerintah dan rakyat berkumpul, kompak. Sebagai bukti hidupnya persatuan bangsa, semoga bisa dicontoh daerah lain,” jelas Habib Luthfi saat memberikan taushiyah dalam acara Gema Kebangsaan untuk Negeri di Bundaran Tugu Cirebon Timur, Jatiseeng, Ciledug, Cirebon, Selasa (05/07) malam.


Ia memberikan contoh saat para wali dan ulama terdahulu membangun bangsa ini. Bahkan sampai di alam kubur pun mereka masih mampu menghidupi, termasuk mengumpulkan orang dari berbagai latarbelakang, menumbuhkan ekonomi kerakyatan.


“Maka, ayo, tanah air yang besar ini kita syukuri. Kita rawat sebagai tanggungjawab kita bersama untuk menjadi perekat bangsa, menjaga kebhinekaan dan persatuan,” tegasnya.


Habib yang juga merupakan Ketua Forum Sufi Dunia ini mengungkapkan salah satu cara menumbuhkan fanatisme terhadap tanah air bisa dimulai dari mencintai produk dalam negeri. Termasuk daripada itu masyarakat harus percaya diri terhadap hasil bumi yang ada di Indonesia.


“Kalau saya tanya kontribusi terlalu tinggi lah, dari yang terkecil saja, bagaimana kita menyebut produk hasil bumi kita,” ujarnya.


Maaf sering saya sampaikan, lanjut Habib Luthfi, jambu itu kalau sudah di pasar sering disebut Jambu Bangkok, padahal tumbuh dan besar di Indonesia. “Ayo mulailah diubah sedikit demi sedikit. Sebut saja Jambu Bogor, Jambu Cianjur atau darimana ia berasal. Supaya nama daerahnya terangkat. Begitu pula produk yang lain,” tandasnya.


Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Kabiupaten Cirebon Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×