• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Kabupaten Cirebon

Arti dan Hikmah ‘Takjil War' Menurut Gus Rifqiel Asyiq

Arti dan Hikmah ‘Takjil War' Menurut Gus Rifqiel Asyiq
Gus Rifqiel Asyiq saat mengisi acara Tadarus Konten edisi kedua yang diselenggarakan Lembaga Ta'lif Wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon pada Sabtu, (23/3/2024) malam. (Foto: NU Online Jabar/Sofhal)
Gus Rifqiel Asyiq saat mengisi acara Tadarus Konten edisi kedua yang diselenggarakan Lembaga Ta'lif Wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon pada Sabtu, (23/3/2024) malam. (Foto: NU Online Jabar/Sofhal)

Cirebon, NU Online Jabar
Fenomena ‘Takjil War’ belakangan ramai dibincangkan warganet di media sosial (medsos). Banyak masyarakat mengaitkan kegiatan berburu hidangan berbuka puasa yang juga diikuti warga non-Muslim itu dikaitkan dengan keberagaman di Indonesia.


Menanggapi hal itu, pemerhati medsos, Gus Rifqiel Asyiq mengatakan, jika ditinjau dari linguistik, memang ada sejumlah idiom yang lahir di adab modern ini. Salah satunya lahir dari medsos.


"Medsos menjadi barometer realitas sosial. Sehingga muncullah istilah 'War Takjil," ujar dia saat mengisi acara Tadarus Konten edisi kedua yang diselenggarakan Lembaga Ta'lif Wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon pada Sabtu, (23/3/2024) malam.


Dalam acara yang mengusung tema "Menanggapi Fenomena 'War Takjil' di Medsos, Cerminan Moderasi di Indonesia?" Itu, ia menyebutkan bahwa stilah itu benar-benar hal baru di medsos. Pasalnya, ia baru muncul kurang lebih pada hari 10 hari pertama Ramadhan.


Meski demikian, pengasuh Pondok Pesantren Daar Al-Qur'an (Daqu) Tegalgubug, Cirebon itu mengimbau masyarakat awam untuk tidak salah dalam memahami istilah 'War Takjil'.


"War itu artinya perang. Maka istilah ini jangan dipahami dengan konotasi negatif," katanya.


Karena itulah, ia menegaskan bahwa saat ini cukup penting untuk memahami istilah-istilah yang tengah ramai dibincangkan di medsos.


"Misalnya FYP di TikTok, dan lain sebagainya. Terlebih istilah 'War Takjil' ini usianya masih cukup belia. Dari istilah ini juga kemudian lahir kata Nonis, atau kepanjangan dari non-Islam. Ini hanya guyonan antara umat Muslim dan non-Muslim saja," ucap Gus Rifqiel.


Menurutnya, istilah 'War Takjil' yang ramai di medsos merupakan respons yang cukup positif. Meminjam kata Gus Dur, bahwa beragama itu tidak boleh petentengan, terlebih dengan non-Muslim.


"Beragama itu harus riang gembira, dan istilah 'War Takjil' itu menunjukkan konotasi riang gembira. Selain itu, istilah tersebut juga merupakan euforia positif bagi komunikasi kebahasaan kita. Sehingga komunikasi antarumat beragama ini sehat," jelasnya.


Arti takjil

Dalam kesempatan itu, Gus Rifqiel menjelaskan, istilah takjil sebenarnya merujuk pada sunah Rasulullah Saw untuk mempercepat buka puasa ketika waktu maghrib tiba.


"Takjil itu bentuk masdar dari 'ajjala, yu'ajjilu, ta'jilan, ta'jilatan, ta'jalan, ti'jalan, mu'ajjalan. Sehingga yang dimaksud percepatan di sini dimaksudkan untuk segera membatalkan puasa, bukan salat Maghrib," jelas alumnus Pondok Pesantren Pandanaran, Yogyakarta itu.


Lebih lanjut, ia mengatakan, jika mengikuti arti tekstual, maka berbuka puasa menggunakan kurma atau air putih seperti yang dilakukan Rasulullah Saw.


"Baru setelah berbuka kemudian salat Maghrib," ujar alumnus program Pendidikan Kader Mufasir (PKM) Pusat Studi Al-Qur'an, Jakarta itu.


Ia menegaskan, Rasulullah Saw memiliki prinsip hanya membatalkan puasa ketika masuk waktu maghrib, bukan makan besar. Dari sinilah, kata dia, muncul istilah takjil.


"Tetapi di Indonesia ini kata tersebut diartikan sebagai makanan pembuka sebelum makan besar. Takjil itu hanya untuk membatalkan puasa dengan alasan percepatan. Sebab akan dianggap makruh jika seseorang memperlambat berbuka puasa," tandasnya.


Pewarta: Sofhal Adnan


Kabupaten Cirebon Terbaru