• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Kabupaten Bogor

Gelar CSPA Jadi Cara GKMNU Kabupaten Bogor Wujudkan Keluarga Maslahat

Gelar CSPA Jadi Cara GKMNU Kabupaten Bogor Wujudkan Keluarga Maslahat
Gelar CSPA Jadi Cara GKMNU Kabupaten Bogor Wujudkan Keluarga Maslahat
Gelar CSPA Jadi Cara GKMNU Kabupaten Bogor Wujudkan Keluarga Maslahat

Bogor, NU Online Jabar
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Gandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar kegiatan pencegahan stunting melalui Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) Kabupaten Bogor yang bertempat di Pusdiklat terpadu Karya Nyata Cinagara Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, selama dua hari yakni pada Selasa (28/11/2023) hingga Rabu (29/11/2023). 


Kerjasama di wilayah Kabupaten Bogor tersebut bertujuan meningkatkan kesehatan dan pencegahan stunting perspektif Agama (CSPA) serta mewujudkan Indonesia sehat. "Kegiatan Terdiri dari Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin, Pelatihan Kader Desa, Pelatihan Kader posyandu, Pelatihan Penguatan Kelembagaan Posyandu," jelas Koordinator Satgas GKMNU Kabupaten Bogor, Dhamiry pada Rabu (29/11).


Ia mengatakan, di hari pertama dilaksanakan bimwin catin dengan peserta calon pengantin yang ada di Kecamatan Caringin dan Kecamatan Cigombong. Menurutnya, peserta pelatihan Kader Desa, pelatihan kader posyandu, pelatihan penguatan kelembagaan posyandu terdiri dari masyarakat dari kader posyandu desa Cinagara dan Tangkil kecamatan Caringin.


"Unsur peserta terdiri dari, Kader posyandu, Karangtaruna, PKK, Bidan Desa, pemerintah Desa, Badan otonom NU dan tokoh masyarakat di desa Tangkil dan Cinagara," paparnya.


Selain itu, Dhamiry menambahkan, para peserta mendapatkan materi pencegahan Stunting ditambah pengetahuan agama tentang Stunting. 


Setelah Kegiatan sambung Dhamiry, ada rencana tindak lanjut berupa kegiatan pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan kelompok target spesifik yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan remaja putri. "Sebagai tindak lanjut berupa pemberian makanan tambahan (PMT) kepada 200 keluarga yang di dalamnya terdapat ibu hamil, balita, dan remaja guna mencegah stunting di masing masing Desa," katanya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala kantor Kemenag Kabupaten Bogor H Ahmad Syukri mengapresiasi kegiatan pencegahan Stunting perspektoif Agama tersebut terutama di bidang bimbingan perkawinan.


"Karena ini merupakan langkah awal sebelum menjalani bahtera rumah tangga, agar memiliki keturunan yang sehat dan maslahat, bimbingan catin merupakan hal yang harus duilakukan,"pungkasnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Fasilitair Satgasnas GKMNU, dan Pengurus PCNU Kabupaten Bogor serta  Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor.


Kabupaten Bogor Terbaru