• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Indramayu

Tiga Pesan Kiai Musthofa kepada Calon Pengurus MWCNU Kedokan Bunder, Apa Saja?

Tiga Pesan Kiai Musthofa kepada Calon Pengurus MWCNU Kedokan Bunder, Apa Saja?
Tiga Pesan Kiai Musthofa kepada Calon Pengurus MWCNU Kedokan Bunder. (Foto: Ari AJ).
Tiga Pesan Kiai Musthofa kepada Calon Pengurus MWCNU Kedokan Bunder. (Foto: Ari AJ).

Indramayu, NU Online Jabar
Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu, Kiai Muhammad Musthofa, berpesan kepada para peserta Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kedokanbunder pada Minggu (17/07) di Majelis Ta’lim Al Irsyad di Desa Cangkingan agar memaksimalkan potensi NU sebaai organisasi yang sudah 100 tahun berjalan sekaligus sebagai solusi keumatan berdasarkan kebutuhan daerah masing-masing.


“NU harus hadir menjadi pelaku menjadi solusi yang dihadapi masyarakat, melayani, menyelesaikan, khidmah pada masyarakat. NU harus menjadi Imam, peladen melayani kebutuhan masyarakat karena masyarakat selalu melibatkan kiai dalam kehidupan sehari hari, mulai dari melamar, nikah, hamil, melahirkan, hingga pendidikan,” katanya.


Kiai yang pernah menjabat sebagai ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Indramayu tersebut juga menjelaskan, pengurus NU hendaknya mengawali kegiatan NU dan membesarkan jamiyyahnya dengan menata sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) yang tentu dengan tujuan mendapatkan keberkahan.


Ia menitipkan tiga pesan kepada peserta Konferensi MWCNU Kedokanbunder sekaligus calon pengurus tersebut. Pertama yakni Thoriqotul Khodmah yakni melayani, membesarkan, dan menyenangkan dalam memberikan solusi terkait permasalahan di masyarakat.


“Apa benefitnya bagi pengurus? Siapa yang mau menolong atau mengurus umat, maka Allah akan menolongnya dalam keadaan kebutuhan. Maka dari itu tuluskan niat berkhidmah di NU,” ucapnya.


Kedua, yakni Thoriqotu Dzikro. Kiai Musthofa mengajak agar hati pengurus NU tersebut senantiasa berdzikir kepada Allah karena persoalan NU adalah persoalan dakwah.


“Mengajak manusia pada jalan Allah, bukan dengan hawa nafsu kita, hasrat kita. Islam yang persis dengan ajaran Rasulullah adalah NU. Amar ma'ruf bil Ma'ruf, Nahi munkar bil Ma'ruf. Thoriqotudz dzikro bisa dengan cara ziarah kepada waliyullah di wilayah sekitar. Datang kepada para wali yang suci untuk bertawasul kepada Allah agar dikuatkan dalam mengurus NU,” ujarnya.


Kemudian yang ketiga yakni Thoriqotul Ta’lim Wal Muta’allim. Yakni dengan silaturahim ke kiai-kiai sepuh untuk meminta nasihatnya terkait kondisi NU saat ini. Ilmu dari ulama hendaknya dijadikan sebagai pengangan dalam menyatukan NU dan menyelamatkan umat.


“Cakupan NU adalah dakwah dalam kebenaran. Kaji kitab Risalah Ahlusunnah wal Jama'ah, berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Khoorunnaas anfa'uhum linnaas,” katanya.


Pewarta: Ari AJ
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Indramayu Terbaru