Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ketua PCNU Indramayu Serukan All Out Berkhidmat ke NU: Jadi Pelayan Masyarakat

Ketua PCNU Indramayu Serukan All Out Berkhidmat ke NU: Jadi Pelayan Masyarakat
Ketua PCNU Indramayu Serukan All Out Berkhidmat ke NU: Jadi Pelayan Masyarakat. (Foto: Wahyu Jaylaksana).
Ketua PCNU Indramayu Serukan All Out Berkhidmat ke NU: Jadi Pelayan Masyarakat. (Foto: Wahyu Jaylaksana).

Indramayu, NU Online Jabar
Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu, Kiai Muhammad Musthofa, mengatakan bahwa NU yang menjelang berusia 100 tahun telah berusia matang dalam segala hal termasuk bagaimana berkhidmat 'all out' kepada NU. Menurutnya, jika seseorang tidak bisa all out, sebaiknya tidak memilih menjadi pengurus NU.


"NU menjelang usianya 100 tahun berarti itu usia matang, matang dalam segala hal termasuk bagaimana berkhidmat kepada NU itu harus all out, yang masih melakukannya setengah-setengah, 'cagah-cigih', hipokrit, takut, sebaiknya jangan menjadi pengurus NU karena tugas yang diemban berat dan amanat NU harus dijalankan secara all out," ujarnya saat mengisi sambutan di Konferensi Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kedokan Bunder pada Mingg (17/07).


Kiai muda NU itu menambahkan bahwa kematangan NU yang usianya menjelang 100 tahun itu mencakup banyak hal tak terkecuali kematangan mandiri dan kematangan mencari solusi permasalahan bangsa.


"Kematangan NU itu berarti matang tidak bisa dipolitisasi, matang mandiri, dan terdepan menawarkan solusi, pengurus NU harus tahu bahwa NU itu harus menjadi imam bagi sosialnya, menjadi pengurus NU berarti menjadi imam yang diikuti masyarakat, bukan membuat bingung, imam yang terdepan menawarkan solusi dari setiap persoalan yang muncul sehingga masyarakat menjadikan NU sebagai rujukan atau imam bukan malah bikin bingung,” katanya.


Menurut kiai yang berusia 44 tahun itu, khidmat berarti melayani, membesarkan NU, menyenangkan, dan menawarkan hal-hal solutif. Hal itu menjadikan NU sebagai perkumpulan yang sudah besar sehingga menuntut orang-orang yang berkhidmatnya juga orang-orang yang besar.


Tak hanya itu, Kiai Musthofa menyebut NU adalah jam'iyyah diniyah ijtima'iyyah Islamiyah atau perkumpulan besar yang konsen pada mendorong perubahan sosial dan keagamaan.


“Jadi, pengurus NU bukan malah bikin bingung, tetapi menawarkan solusi bagi setiap persoalan apapun yang muncul yang diikuti oleh masyarakatnya,” ujarnya.


Untuk diketahui, acara Konferensi MWCNU Kedokan Bunder itu digelar di Aula Majelis Ta'lim KH Mujahidin Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu. Kegiatan itu dihadiri semua pengurus MWCNU dan ranting NU se-Kecamatan Kedokan Bunder, Camat Kedokan Bunder beserta jajarannya, dan tamu undangan utusan MWCNU Karangampel, Krangkeng, dan  Juntinyuat.


Pewarta: Wahyu Jayalaksana
Editor: Ari AJ/MRF

Terkait

Indramayu Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×