• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 26 April 2024

Hikmah

Amalan Syekh Abu Bakr As-Syibli Hingga Dicium Keningnya oleh Nabi Muhammad SAW

Amalan Syekh Abu Bakr As-Syibli Hingga Dicium Keningnya oleh Nabi Muhammad SAW
Amalan Syekh Abu Bakr As-Syibli Hingga Dicium Keningnya oleh Nabi Muhammad SAW. (Ilustrasi: NUO).
Amalan Syekh Abu Bakr As-Syibli Hingga Dicium Keningnya oleh Nabi Muhammad SAW. (Ilustrasi: NUO).

Perjalanan hidup dan pengalaman rohani yang sangat luar biasa sering kali kita dengar dari tokoh sufi. Salah satunya Syekh Abu Bakr As-Syibli. Wali yang memiliki nama lengkap Dulaf bin Jahda ini lahir dan hidup di Kota Baghdad selama 87 tahun. Bukan hanya selama hidupnya, ia pun meninggal dan dikuburkan di kota yang sama pada tahun 334 H.


Dalam kitab Nashaihul 'Ibad, Syekh Nawawi Al Bantani mengungkapkan kisah menarik tentang wali yang akrab disapa As-Syibli. 


Suatu ketika As-Syibli datang menemui Ibnu Mujahid. Melihat ada seorang ulama besar yang datang Ibnu Mujahid segera bangun dan menyambut hangat kedatangan As-Syibli. Ia rangkul dan peluk sang tamu sembari mencium kening di antara kedua matanya.


Melihat perlakuan yang dilakukan Ibnu Mujahid kepada As-Syibli ini seseorang bertanya, “Mengapa engkau lakukan ini pada As-Syibli wahai Ibnu Mujahid?”.


Atas pertanyaan ini Ibnu Mujahid menjawab, “Kulakukan itu karena aku melihat di dalam mimpi Rasulullah melakukan hal serupa kepada As-Syibli,”.


Setelah itu, Ibnu Mujahid bercerita bahwa ia pernah bermimpi melihat As-Syibli datang menemui Rasulullah. Melihat kedatangan As-Syibli Rasulullah segera menyambut dengan memeluknya seraya mencium kening di antara kedua matanya. Melihat pemandangan itu Ibnu Mujahid --di dalam mimpinya-- bertanya kepada Rasul, “Mengapa engkau lakukan ini kepada As-Syibli wahai Rasulullah?”


Rasulullah menjawab, “Ya, aku lakukan itu kepada As-Syibli karena ia tidak melakukan shalat fardhu kecuali setelahnya ia selalu membaca ayat laqad jâakum Rasûlun min anfusikum....(dua ayat terakhir dari surat At-Taubah). Kemudian setelahnya As-Syibli bershalawat dengan mengatakan shallallâhu ‘alaika yâ Muhammad.”


Setelah mimpi itu Ibnu Mujahid bertemu dengan As-Syibli dan menanyakan bacaan apa yang selalu dibaca ketika selesai melakukan shalat fardhu. Dan ternyata As-Syibli menjawab bahwa ia selalu membaca ayat dan shalawat tersebut di atas setiap kali selesai shalat fardhu.


Yazid Muttaqin, santri alumni Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta.
Sumber: Muhammad Nawawi Al-Jawi, Nashâihul ‘Ibâd. Jakarta: Darul Kutub Islamiyah, 2010.


Editor:

Hikmah Terbaru