• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Garut

Ceng Hilman Ungkap 5 Hal Penghalang Terkabulnya Doa

Ceng Hilman Ungkap 5 Hal Penghalang Terkabulnya Doa
Ketua LP Ma'arif NU Kabupaten Garut KH Hilman Umar Bashori. (Foto: NU Online Jabar/Rudi Sirojudin A).
Ketua LP Ma'arif NU Kabupaten Garut KH Hilman Umar Bashori. (Foto: NU Online Jabar/Rudi Sirojudin A).

Sebagian umat Islam mungkin ada yang masih bertanya mengapa kadangkala Allah SWT tidak memperkenankan doa yang dipanjatkan seseorang? Padahal sudah jelas dalam QS Ghafir [40] ayat 60, Allah  berfirman "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan)" dan juga dalam QS al-Baqarah [2] ayat 186 "Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku."


Menjawab permasalahan itu, pengasuh Ponpes Fauzan Sukaresmi Garut KH Hilman Umar Bashori atau yang akrab disapa Ceng Hilman mengatakan, ada lima hal yang menjadi sebab musabab terhalangnya doa yang disampaikan seseorang, meskipun doa itu sangat sering diucapkan. Hal itu ia ungkapkan berdasarkan keterangan dari Sayyid Abdullah bin Alawi Alhaddad. 


Menurut kiai yang juga ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Kabupaten Garut itu, hal pertama yang menjadi penyebab tertolaknya doa adalah mengkonsumsi makanan dan minuman haram serta mengenakan pakaian yang haram, baik haram secara zatnya maupun haram dalam hal cara memperolehnya. 


Ia mengutip hadis Nabi SAW 


 ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ 


Artinya: Nabi SAW menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya? (HR Muslim). 


"Oleh karena itu kemungkinan doa tertolak adalah karena dalam diri seseorang itu ada sesuatu yang haram, bisa pakaian, makanan maupun yang lainnya," ucap Ceng Hilman melalui ceramah digitalnya yang bertajuk Kalam Ramadhan Episode 8 sebagaimana dikutip Chanel Youtube Vortable, Selasa (26/3/2024) yang lalu. 


Selanjutnya, sebab tertolaknya doa yang kedua menurut kiai yang juga sebagai ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Syariah (STIEBS) Garut adalah adanya perbuatan dzalim. "Misalnya ada orang yang tersakiti baik melalui ucapan maupun tindakan. Hal ini juga yang akan mengakibatkan doa seseorang tertolak," imbuhnya. 


Lebih lanjut Ceng Hilman menambahkan sebab tertolaknya doa yang ketiga adalah lalai dalam pelaksanaannya. Ia mengutip hadis Nabi SAW


وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لَا يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ 


Artinya: "Ketahuilah oleh kalian semua, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari orang yang hatinya lalai." (HR at-Tirmidzi).  


"Maksud lalai disini adalah tidak sejalannya antara ucapan dan hati. Sebaliknya, doa itu harus ikhlas, harus berharap banyak akan dikabulkan oleh Allah dan doa yang dipanjatkan akan mampu membawa hati seseorang dekat kepada-Nya," tuturnya. 


"Sementara, faktor keempat yang menjadi sebab tertolaknya doa seseorang adalah karena memutuskan tali silaturahmi," tambahnya. 


Ceng Hilman mengutip hadis Nabi SAW:


مَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، 


Artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi." (HR Bukhari).


"Dan yang kelima sebab tertolaknya doa adalah adanya perbuatan hasud, dengki dan iri hati," tandas Ceng Hilman.


Garut Terbaru