Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Tugas PMII: Jadi Pembantu NU dalam Perkonomian dan Teknologi Informasi

Tugas PMII: Jadi Pembantu NU dalam Perkonomian dan Teknologi Informasi
Nelly Nurul Azizah menerima piagam penghargaan dari Ketua Rayon PMII Tarbiyah (Ikeu Mustika) selepas menjadi pemateri di Mapaba (Foto: NU Online Jabar/Abdullah Alawi)
Nelly Nurul Azizah menerima piagam penghargaan dari Ketua Rayon PMII Tarbiyah (Ikeu Mustika) selepas menjadi pemateri di Mapaba (Foto: NU Online Jabar/Abdullah Alawi)

Bandung, NU Online Jabar
Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke depan setidaknya memiliki dua tugas yaitu untuk memperkuat perekonimian dan pendayagunaan teknologi informasi di Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan. 

Hal itu dikemukakan Nelly Nurul Azizah saat menjadi pemateri Amaliyah PMII an-Nahdliyah pada Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Pengurus Rayon PMII Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Kecamatan Banjaran yang berlangsung Jumat-Ahad (6-8/11). 

Ketua Pengurus Rayon PMII Tarbiyah periode 2009-2010 ini menjelaskan dua tugas itu sebetulnya dikemukakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjadi Ketua Umum PBNU melalui sebuah tulisan yang dikumpulkan dalam buku Pemikiran PMII dalam Berbagai Visi dan Persepsi yang disusun Effendi Choiri dan Choirul Anam. 

Sebetulnya, menurut Nelly, dalam tulisannya itu, Gus Dur menyebutkan empat transformasi di NU, yaitu transformasi kebangsaan, transformasi politik, ekonomi dan teknologi informasi. 

Menurut Gus Dur, lanjut Nelly, transformasi kebangsaan dan politik, sudah dilakukan NU secara sukses sejak NU berdiri hingga masa kembali ke khittah 1926, yaitu pada Muktamar NU ke-27 di Situbondo 1984. Setelah itu, NU melakukan transformasi ekonomi dan teknologi informasi. 

“Jadi luar biasa Gus Dur itu, di tahun 1990-an sudah memikirkan apa yang harus dilakukan NU. Dan menurut Gus Dur untuk ekonomi dan teknologi informasi adalah tugas PMII,” katanya. 

Menurut anggota Litbang Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Bandung ini, apa yang dikatakan Gus Dur harus menjadi amanat dan dilaksanakan seluruh kader PMII, termasuk di Bandung.   

“Ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Mau tidak mau karena PMII memiliki interdevendensi dengan NU. Bahkan PMII lahir dari rahim NU,” katanya. 

Ia juga meminta PMII Tarbiyah harus memiliki tindakan dan pemikiran progresif untuk mengemban amanah itu, selalu berkomunikasi dengan NU di berbagai tingkatan agar apa yang menjadi amanat Gus Dur itu sukses dilaksanakan.

Sebelumnya, ia juga menjelaskan amaliyah-amaliyah an-nahdliyah yang selama ini dilakukan warga NU, termasuk PMII di dalamnya, memiliki dalil dari ajaran Islam. Ulama Aswaja sudah menuliskan dan menjelaskan hal itu dalam berbagai risalah. 

“Untuk lebih jelas, sahabat-sahabat PMII bisa membuka situs resmi NU atau NU Online, dan sebagai upaya trasformasi teknologi informasi di NU, PMII harus membantu website Aswaja dan NU dengan menyebarluaskannya. Di PWNU Jawa Barat kini hadir NU Online Jabar, itu harus didukung dengan mengirim tulisan serta mengikuti media sosialnya,” jelasnya.

Menurutnya, upaya perekomian sudah dilakukan para kiai sebelum NU berdiri dengan adanya Nahdlatut Tujjar. Dari waktu ke waktu selalu ada program untuk itu. Termasuk oleh lembaga dan banom NU. Hari ini Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Barat yang dipimpin Hj. Hirni Kifa Hazefa memiliki moto mandiri, bersatu, dan berprestasi.

“Mandari di sini adalah secara ekonomi,” katanya, “untuk sahabat pergerakan yang notabanenya mahasiswa maka mereka senantiasa progress, komunikatif dan sukses,” pungkasnya. 

Pewarta: Abdullah Alawi  
 
 

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×