• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Daerah

Pergunu Depok Ajak Santri Kuasai Literasi Digital 

Pergunu Depok Ajak Santri Kuasai Literasi Digital 
Pelatihan jurnalistik Pergunu Kota Depok. (Foto: NUJO/Hakim)
Pelatihan jurnalistik Pergunu Kota Depok. (Foto: NUJO/Hakim)

Depok, NU Online Jabar 
Pimpinan cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Depok bersama komunitas Peace Leader dan Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia menyelenggarakan road show pesantren untuk memberitkan pelatihan jurnalistik dan literasi digital kepada santri. 


Kali ini mereka menyambangi pondok pesantren Al-Kindi, pimpinan KH Abdul Ghani Djamal yang berlokasi di Cipayung, Kota Depok. Tak kurang 40 peserta dari pondok pesantren Al-Kindi dan juga beberapa siswa SMA/sederajat dari beberapa sekolah di Kota Depok mengikuti pelatihan jurnalistik tersebut.


Ketua Panitia Tedi Kresna mengatakan acara itu diselenggarakan sebagai langkah Pergunu Kota Depok ‎dalam menyikapi perkembangan era digital yang cukup pesat.‎


“Tidak bisa dipungkiri di era digital dan kemudahan informasi seperti saat ini, arus digital semakin pesat, oleh karena itu Pergunu Kota Depok bersama dengan komunitas Peace Leader Depok dan Asian Muslim Action Network (AMAN Indonesia) menjadi sarana menyebarkan dakwah digital yang rahmatan lil alamin,” jelasnya pada Sabtu (29/1). 


Ia mengajak para santri dan pelajar SMA menekuni dunia jurnalistik sebagai jalan perjuangan atau jihad melalui media NU.‎


Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber diantaranya Ketua Pergunu Kota Depok ustadz Acep Pudoli, ‎pengurus LTNNU Kota Depok Abdul Hakim yang juga kordinator Peace Leader Jawa Barat, dan dosen sekolah kader Aswaja kampus STKIP Padhaku cabang Kota Depok, Heru Hermanto.


Abdul Hakim menyampaikan materi jurnalistik keberagaman, dan sharing pengalaman para pelajar terkait pentingnya para pelajar/santri menguasai media sosial.


"Kita akan di kuasai, atau kita menguasai" ujar Hakim kepada para santri, sembari memberikan arahan terkait pentingnya peran pelajar dan santri dalam menguasai media sosial.


Menurutnya, saat ini arus informasi begitu masif tak terkendali. “Belum lama ini, terkuak sebuah peristiwa pelecehan seksual oleh oknum di sebuah tempat pendidikan, sangat miris sekali. Sebab, informasi yang bereda di media, menjadi tendensius atas nama lembaga pendidikan dan pesantren. Maraknya masyarakat mencibir bahwa pondok pesantren menjadi tempat tidak aman bagi para pelajar dan santri,” katanya. 


Oleh karena itu, kata Hakim, santri harus bisa merubah situasi dengan membuat narasi-narasi terkait peran lembaga pendidikan, khususnya pesantren menjadi sebuah tempat yang memang semestinya adalah tempat yang paling aman untuk belajar menuntut ilmu.


Ia juga mengajak peserta menjadi bagian aktif dalam membantu pencegahan kekerasan pelajar maupun kekerasan seksual yang ada di lingkungan sekolah masing-masing. 


Kegiatan itu dirangkai dengan diskusi perkelompok, merancang peliputan kegiatan yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. Para pelajar yang hadir pun dibekali pemahaman terkait literasi digital yang tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi dan paham tentang aplikasi yang ada di media sosial.


Pewarta: Agung Gumelar

Editor: Abdul Manap 


Daerah Terbaru