Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Sunnah Lidaf’il Bala pada Hari Rebo Wekasan

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Sunnah Lidaf’il Bala pada Hari Rebo Wekasan
Masjid Nurul Asror Pondok Pesantren Suryalaya Tanjungkerta, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya (Foto: tqnnews.com).
Masjid Nurul Asror Pondok Pesantren Suryalaya Tanjungkerta, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya (Foto: tqnnews.com).

Bandung, NU Online Jabar 
Pondok Pesantren Suryalaya Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan edaran tentang tata cara shalat sunnah lidaf’il bala yang akan dilaksanakan pada Rabu, 6 Oktober 2021 M/29 Safar 1443 H. 

 

Sebagaimana yang dilaksanakan oleh Guru Mursyid TQN Pontren Suryalaya Syekh KH. Abdullah Mubarok bin Muhammad ra, dan Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra. Beliau selalu melaksanakan pada pagi hari setelah shalat Isyraq, Isti’adzah, dan Istikharah, disunnahkan berjama’ah. Beliau melaksanakan sebanyak 2 rakaat 1 kali salam, akan tetapi juga melaksanakan sebagaimana yang ada dalam kitab Jawahirul Khomsi halaman 51-51. Beliau melaksanakan sebanyak 4 rakaat 2 salam.

 

Adapun tata cara pelaksanaanya sebagaimana berikut:

 

Membaca niat:

اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

 

Setiap selesai membaca surat al-Fatihah membaca:

Surat al-Kautsar 17 kali 

Surat al-Ikhlas 5 kali

Surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali 

 

Dan sebelum melaksanakan shalat membaca istifhfar:

اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيمْ اَلَّّذِيْ لَاإِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لآيَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا ولآنَفْعًاوَلآمَوْتًا ولآحَيَاتًا وَلآنُشُورًا

 

“Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang penuh kedzaliman, yang tidak memiliki terhadap dirinya sendiri baik madarat dan manfaatnya, mati dan hidupnya maupun bangkitnya nanti. 

 

Do’a setelah shalat lidaf’il bala: 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْ يقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ, اَللهُ اَكْبَرْاَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين

 

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah” maka “jadilah ia”.

 

Pewarta: Agung Gumelar

Terkait

Ubudiyah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×