• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Ubudiyah

Niat Shalat Jumat Imam dan Makmum Dilengkapi dengan Doa

Niat Shalat Jumat Imam dan Makmum Dilengkapi dengan Doa
Shalat berjamaah. (Foto: NU Online/freepik).
Shalat berjamaah. (Foto: NU Online/freepik).

Shalat Jumat termasuk ibadah wajib yang dilakukan bagi setiap Muslim mukalaf (fardlu ain). Sama seperti shalat Dzuhur, waktu pelaksanaan shalat jumat dikerjakan sejak tergelincirnya matahari sampai bayangan suatu benda menjadi sepanjang ukuran benda tersebut.


Namun, ada beberapa catatan di sini, yakni apabila dirasa ragu bahwa waktu untuk melakukan dua rakaat dan dua khutbah tidak cukup, maka harus disempurnakan menjadi shalat Dzuhur. Demikian juga saat waktu Dhuhur benar-benar diyakini telah usai, atau sekadar menduga kuat saja bahwa telah usai, maka wajib menyempurnakannya menjadi shalat Dhuhur.


Rasulullah Saw sangat mewanti-wanti umatnya agar senantiasa melaksanakan shalat Jumat, karena apabila seorang Muslim sampai meninggalkan shalat Jumat atau meremehkannya, maka Allah Swt akan menutup hatinya untuk menerima hidayah. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan Abul Ja’di ad-Dhamri berikut:


من ترك ثلاث جمع تهاونا بها طبع الله على قلبه (رواه أحمد والحاكم. حسن)   


Artinya, “Siapa pun yang meninggalkan shalat Jumat tiga kali karena meremehkannya, maka Allah ta’âlâ akan mengecap )menutup( hatinya (sehingga tak mampu menerima hidayah).” (HR Ahmad dan al-Hakim. Hadits hasan).


Adapun sebelum kita melaksanakan shalat Jumat, ada baiknya kita mengingatkan kembali lafadz niat atau bacaan niat shalat Jumat, terutama untuk membedakan bacaan niat yang dibaca makmum dan imam.


Berikut adalah bacaan niat shalat Jumat imam dan makmum:


Niat shalat Jumat makmum


أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمْعَةِ مَأْمُومًا لِلهِ تَعَالَى   


Ushallî fardha jumu’ati ma’mûman lillâhi ta’âlâ. 


Artinya, “Saya shalat Jumat sebagai makmum karena Allah ta’âlâ.”


Niat shalat Jumat Imam


أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمْعَةِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى   


Ushallî fardhal jumu’ati imâmal lillahi ta’âlâ. 


Artinya, “Saya shalat Jumat sebagai imam karena Allah ta’âlâ.”

 

Dzikir dan doa shalat Jumat

Adapun setelah melaksanakan shalat Jumat kita dianjurkan untuk membaca dzikir dan doa, di antaranya sebagaimana yang termaktub dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin yakni membaca surat al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq dan al-Nas sebanyak tujuh kali agar dosa-dosa kita yang telah lampau diampuni oleh Allah Swt.


Doa tersebut dibaca sebelum melipat kedua kaki setelah usai melaksanakan shalat Jumat (masih dalam posisi tahiyat akhir). Namun, ada juga riwayat yang menambahkan bahwa sebelum bersila atau berbicara, kita juga dianjurkan untuk membaca doa berikut:


 اَللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


Allahumma Ya Ghaniyyu Ya Hamid, Ya Mubdi’u Ya Mu’id, Ya Rahim Ya Wadud, Aghniniy bihalalika an haramika, wa bi to’atika an ma’siyatika, wa bifadlika amman siwaka.


"Ya Allah, Wahai Dzat yang Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Pencipta,  Maha Mengembalikan, Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha penuh Cinta, kami memohon kepada-Mu, jadikanlah kami kaya dengan apa yang telah Kau halalkan dari yang Kau haramkan, dan dengan ketaatan pada-Mu dari bermaksiat pada-Mu, dan karunia-Mu dari pihak selain diri-Mu.”


Doa tersebut dibaca sebanyak 4 kali untuk mendoakan keluarga, anak, urusan agama dan dunia terhindar dari keburukan. Wallahu a’lam


Sumber: NU Online


Ubudiyah Terbaru