• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Ubudiyah

RAMADHAN

Mengenal 2 Jenis Takbir di Hari Raya Lebaran

Mengenal 2 Jenis Takbir di Hari Raya Lebaran
Takbir di Hari Raya Lebaran (Ilustrasi: freepik)
Takbir di Hari Raya Lebaran (Ilustrasi: freepik)

Bandung, NU Online Jabar
Dalam agama Islam, terdapat dua perayaan besar yang disebut hari raya akbar atau lebaran, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Pada kedua hari raya ini, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malamnya dengan ibadah sunnah, salah satunya adalah melangitkan bacaan takbir.
 

Dalam sebuah hadits disebutkan:

 
 من أحْيَا لَيلَةَ الْعِيد، أَحْيَا اللهُ قَلْبَهُ يَوْمَ تَمُوْت القُلُوبُ 
 

“Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya di saat hati-hati orang sedang mengalami kematian. (Lihat: Ibrahim Al Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri, [Thaha Putra], h:227)


Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'I dalam Fathul Qarib al-Mujib menjelaskan, takbir dalam 'id terbagi menjadi dua macam, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad.


Takbir Mursal
Takbir Mursal adalah takbir yang waktunya tidak mengacu pada waktu shalat, atau tidak harus dibaca oleh seseorang setiap usai menjalankan ibadah shalat, baik fardu maupun sunnah. Namun takbir Mursal ini sunnah dilakukan setiap waktu, di mana pun dan dalam keadaan apa pun. Baik lelaki maupun perempuan sama-sama dianjurkan melantunkan takbir, baik saat di rumah, bepergian, di jalan, masjid, pasar, dan seterusnya.


Walau sunnah dilakukan setiap waktu, takbir mursal lebih baik dikumandangkan mulai dari terbenamnya matahari malam 'id hingga imam melakukan takbiratul ihram shalat 'id, meliputi 'idul fitri maupun 'idul adha. 


Takbir Muqayyad
Takbir Muqayyad merupakan takbir yang pelaksanaannya memiliki waktu khusus, yaitu dikumandangkan setiap ba’da shalat di bulan Dzulhijjah pada tanggal 9-13. Tanggal 9-10 disebut hari arafah dan hari raya idul adha, 11-13 disebut dengan hari tasyrik, hari untuk dilaksanakannya berkurban. 


Sementara itu waktu pelaksanaan takbir ini dilaksanakan di malam hari raya idul adha sampai pelaksanan sholat idul adha, dan mengiringi shalat, dibaca setelah melaksanakan shalat, baik fardhu maupun sunnah sampai hari tasyrik selesai (Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'I dalam Fathul Qarib al-Mujib).
 


Ubudiyah Terbaru