• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Ubudiyah

RAMADHAN

2 Doa Malam Lailatul Qadar Lengkap dengan Terjemah, Arab dan Latin

2 Doa Malam Lailatul Qadar Lengkap dengan Terjemah, Arab dan Latin
Doa Malam Lilatul Qadar (Ilustrasi: AM)
Doa Malam Lilatul Qadar (Ilustrasi: AM)

Bandung, NU Online Jabar
Mayoritas ulama Mazhab Syafi'i percaya bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada 10 terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan isyarat hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah meningkatkan ibadahnya selama 10 malam tersebut. Pada kesempatan ini, disarankan untuk memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar.


Membaca doa saat Lailatul Qadar adalah anjuran dari Nabi Muhammad, sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan lima Imam hadits lainnya, kecuali Imam Abu Dawud, yaitu Imam Bukhari, Imam Muslim, Ibnu Majah, dan Imam At-Tirmidzi. Mereka menjelaskan tentang doa yang sebaiknya dibacakan ketika bertemu dengan Lailatul Qadar. Rasulullah mengungkapkan doa ini saat Siti Aisyah bertanya tentang amalan yang bisa dilakukan saat Lailatul Qadar.

 

Dalam artikel NU Online, Ustadz Alhafiz Kurniawan menjelaskan bahwa terdapat dua redaksi doa Lailatul Qadar yang tidak jauh berbeda. Kedua doa tersebut dapat diamalkan karena didasarkan pada hadits yang kuat.
 

Pertama doa malam lailatul qadar berdasarkan riwayat Imam At-Tirmidzi.
 

 اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ  تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي 


Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah)


Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).” 
 

Doa tersebut berdasarkan hadits berikut:
 

 وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي 


Artinya, “Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR At-Tirmidzi).


Kedua doa malam lailatul qadar berdasarkan riwayat lima Imam hadits kecuali Imam Abu Dawud.


 اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي 


Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah). 


Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).” 


Doa tersebut berdasarkan hadits berikut:


 وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ: أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: "قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي" رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَالْحَاكِمُ 


Artinya, “Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengerti sebuah malam itu adalah lailatul qadar. Bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR lima imam Hadits kecuali Imam Abu Dawud. Hadits ini diakui shahih oleh Imam A-Tirmidzi dan Al-Hakim).
 


Ubudiyah Terbaru