Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Kenapa Ada Qunut di Luar Shalat Subuh?

Kenapa Ada Qunut di Luar Shalat Subuh?
Qunut saat shalat (Foto: NU Online)
Qunut saat shalat (Foto: NU Online)

Assalamu’alaikum...,

Para kiai, tolong minta penjelasan tentang qunut di luar Shalat Shubuh. Suatu ketika, saya pernah berjamaah Dzuhur dan Asar di sebuah masjid. Di dalam shalat itu ternyata mereka membaca qunut. Kenapa ya? Bukankah qunut saat Shalat Shubuh juga masih diperselisihkan?

Maaf, Kiai mohon penjelasan Qunut Subuh dan lainnya itu. Maaf, dan terima kasih.

Pertanyaan diajukan seorang jamaah di Grup MWCNU Sukajadi, Kota Bandung. Kemudian  dijawab oleh Kiai Imam Sholihun

Wa'alaikumussalam... 

Itu namanya Qunut Nazilah, Pak. Qunut Nazilah dilakukan ketika ada bala atau musibah sedang melanda, (misalnya seperti saat ini ada wabah penyakit Covid 19), musibah pada kaum muslimin dalam bentuk lain, misalnya penjajahan, merebaknya maksiat, dan lain-lain.

Dalam madzhab Imam Syafi'i disunahkan membaca doa qunut pada Shalat Subuh, baik ada musibah atau pun tidak. Hal ini seperti yang dikutip oleh Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar halaman 57, Bab Qunut di dalam Shalat Subuh.

Beliau mengatakan: “Ketahuilah bahwasanya membaca doa qunut di dalam Shalat Subuh merupakan sunnah berdasarkan hadits sahih dari Sahabat Anas RA:” 

"Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan qunut di dalam Shalat Subuh hingga Wafat."”

Sedangkan membaca Qunut Nazilah (ketika terjadi musibah seperti paceklik, tha'un, wabah, peperangan dan lain-lain) disunahkan pada i'tidal rakaat yang terakhir setiap shalat (tidak hanya Shubuh). Hal ini seperti dikutip oleh Imam Ibrahim Al-Bajuri dalam kitab Hasyiyah Al-Bajuri 'ala Ibni Qosim juz 1 halaman 163. Juga dipertegas oleh Syekh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi dalam Syarah Kasyifatus Saja halaman 73:

"Disunahkan membaca doa qunut di setiap shalat (subuh dan lainnya ) di dalam i'tidal rakaat terakhir karena turun bala'." Wallahu a’lam.

Demikian, semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan inayahnya pada kita.

Tanya jawab ini disusun kembali oleh Sekretaris PCNU Kota Bandung KH Wahyul Afif Al-Ghofiqi

Editor: Abdullah Alawi

Terkait

Ubudiyah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×