• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 23 Februari 2024

Sumedang

Lima Tipe Guru yang Perlu Diketahui 

Lima Tipe Guru yang Perlu Diketahui 
Pengawas Bina Madrasah, Dadan Rahadian (Foto: NU Online Jabar)
Pengawas Bina Madrasah, Dadan Rahadian (Foto: NU Online Jabar)

Sumedang, NU Online Jabar
Pengawas Bina Madrasah, Dadan Rahadian menyampaikan ada lima tipe guru madrasah yang perlu diketahui, yaitu guru wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Lima tipe tersebut disampaikan Dadan saat mengisi kegiatan pembukaan pengembang keprofesian berkelanjutan KKMA dan MGMP tingkat Madrasah Aliyah di Kabupaten Sumedang, Rabu (6/9/23)


“Tipe yang pertama yaitu guru wajib. Guru wajib yaitu guru yang keberadaannya sangat dibutuhkan dan ketidakhadirannya membuat orang-orang kehilangan. Kehadiran di kelas sangat dirindukan oleh para siswa dan siswa merasa sedih jika guru tersebut tidak hadir,” terangnya


Karakteristik guru wajib menurut Dadan yaitu yang selalu bekerja dengan tulus, administrasi pembelajaran lengkap, kemampuan mengajarnya bagus. Selain mengajar, guru tipe ini juga aktif dalam berbagai kegiatan dan memandang bekerja itu sebagai belajar.


“Tipe yang kedua yaitu guru sunah. Guru tipe ini yaitu guru yang keberadaannya dibutuhkan tetapi ketidakhadirannnya tidak membuat orang lain kehilangan. Adapun karakteristik guru sunah yaitu suka bekerja pamrih, kemampuan bagus, dan memandang bekerja untuk mendapatkan sesuatu,” katanya. 


“Yang ketiga yaitu tipe guru mubah. Guru mubah yaitu guru yang kehadiran dan ketidakhadirannya sama saja tidak berpengaruh. Karakteristik guru mubah kalau bekerja asal menggugurkan kewajiban. Tidak mempunyai keinginan untuk meningkatkan kemampuan dan karier, pengerjaan administrasi guru asal ada saja, dapat fotocopy sudah cukup, lalu selesai mengajar terus pulang,” imbuhnya


​​​​​​​Tipe guru yang keempat lanjutnya yaitu guru makruh. Guru yang kehadirannya tidak diharapkan atau suka bermasalah. 


“Ketidakhadirannya membuat orang lain merasa tenang bekerja. Siswa merasa bahagia kalau guru ini tidak hadir ke kelas, lanjut Dadan. Adapun karakteristik guru ini yaitu selalu usil terhadap pekerjaan orang lain, selalu mengkritik orang lain atau atasannya. Tetapi bila disuruh kerja tidak mampu, hasil pekerjaannya tidak baik,” paparnya. 


​​​​​​​Tipe guru yang terakhir yaitu guru haram. Guru yang kehadirannya tidak diharapkan dan
ketidakhadirannya sangat diharapkan. 


“Karakteristik guru ini yaitu guru yang berperilaku tidak baik di sekolah dengan sesama teman dan pekerjaannya. Semoga guru-guru madrasah di Kabupaten Sumedang tidak ada yang masuk dalam kategori tipe guru haram. Jadilah guru yang masuk kategori tipe guru wajib, tutup Dadan,” pungkasnya.


​​​​​​​Pewarta: Ayi Abdul Kohar
Editor: Abdul Manap


Sumedang Terbaru