• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Kamis, 22 Februari 2024

Opini

KOLOM GUS ISHOM

Asal Mula Peribahasa Belajar di Waktu Kecil Bagai Mengukir di Atas Batu 

Asal Mula Peribahasa Belajar di Waktu Kecil Bagai Mengukir di Atas Batu 
Asal Mula Peribahasa Belajar di Waktu Kecil Bagai Mengukir di Atas Batur. (Foto freepik)
Asal Mula Peribahasa Belajar di Waktu Kecil Bagai Mengukir di Atas Batur. (Foto freepik)

Oleh KH Ahmad Ishomuddin
Ada peribahasa Indonesia yang populer dan sering kita dengar: "Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagai melukis di atas air." 


Sepenggal kalimat pertama dari peribahasa ini punya makna yang memotivasi orang tua agar mendidik anak sejak usia dini karena pengaruhnya akan terlihat jelas. 


Banyak di antara kita yang belum tahu bahwa penggalan kalimat pertama dari peribahasa tersebut: "Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu" sebenarnya berasal dari pepatah Arab, lebih tepatnya bersumber dari ucapan seorang ulama besar al-Hasan al-Basri, al-tabi'i al-jalil:


الحفظ -- وفي رواية: العلم -- في الصغر كالنقش في الحجر ( رواه الخطيب البغدادي في الفقيه والمتفقه : ٩١/٢ )


"Hapalan--dalam satu riwayat: ilmu--[yang diajarkan] saat usia dini itu bagaikan mengukir di atas batu." 


Ucapan tersebut diriwayatkan oleh al-Khathib al-Baghdadi dalam kitab al-Faqih wa al-Mutafaqqih, jilid 2 halaman 91.


Adapun penggalan berikutnya: "belajar sesudah dewasa bagai melukis di atas air" sepertinya asli berasal dari pribahasa Indonesia. Namun saya tidak pernah tahu siapa yang mula-mula mengatakannya.


Penulis merupakan Rais Syuriyah PBNU masa khidmah 2010-2015 dan 2015-2021.


Opini Terbaru