Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Skema Layanan Masyair, Transportasi Jamaah Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina

Skema Layanan Masyair, Transportasi Jamaah Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Skema Layanan Masyair, Transportasi Jamaah Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Foto: NU Online)
Skema Layanan Masyair, Transportasi Jamaah Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Foto: NU Online)

Makkah, NU Online Jabar
Pemerintah Arab Saudi memberikan pelayanan transportasi bus yang dikenal dengan masyair sebagai moda transportasi jamaah dari tiga tempat dalam ritual haji di Makkah, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ketua Seksi Transportasi Daerah Kerja Makkah Asep Subhana, sebagaimana diberitakan NU Online, Senin (28/06/2022) menyampaikan angkutan bus Shalawat yang selama ini melayani rute hotel ke Masjidil Haram akan dihentikan pada tanggal 5 Dzulhijjah. Bus-bus tersebut akan dipindahkan ke poll Muzdalifah guna menyiapkan angkutan masyair mulai 7 Dzulhijjah bagi jamaah haji yang menjalankan ritual tarwiyah dan 8 Dzulhijjah, pada seluruh jamaah haji yang menuju Arafah. 


Penghentian operasional bus Shalawat mulai 5 Dzulhijjah sudah diumumkan kepada jamaah haji Indonesia. 


“Dengan adanya penghentian sementara maka jamaah diharapkan menjaga kondisi kesehatannya untuk persiapan puncak haji dan shalat 5 waktu di masjid-masjid sekitar hotel ataupun mushala-mushala atau masjid yang disediakan oleh pihak hotel,” jelas Asep.


Bagi jamaah haji yang baru datang pada 5 Dzulhijjah, Asep menyampaikan, mereka akan tetap dilayani untuk melaksanakan umrah perdana atau umrah qudum.


Asep menjelaskan, penghentian operasi bus Shalawat akan berlangsung antara 5-13 Dzulhijjah. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kadang ada rute atau wilayah tertentu yang belum dibuka seperti Mahbas Jin, yang rutenya baru dibuka pada 15-16 Dzulhijjah. 


“Kita optimis tahun ini, karena kita lihat lalu lintas di Kota Makkah ini lengang ya (tidak terlalu padat seperti haji tahun sebelumnya) maka kita optimis penutupan pada tanggal 5-13 Dzulhijjah. Sesuai yang kita rencanakan akan beroperasi kembali pada tanggal 14 Dzulhijjah,” jelasnya.   


Perjalanan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina 
Terkait pergerakan jamaah haji dari Makkah-Arafah akan disiapkan 3 trip perjalanan yang masing-masing tripnya disediakan 7 bus untuk setiap maktab. 7 bus akan berputar sebanyak 3 kali dengan total jamaah 785 orang. Pola yang sama akan berlaku bagi trip kedua dan ketiga yang kemungkinan besar akan selesai sampai jam 5 sore.


Berdasarkan rapat dengan syarikah thawwafah, jamaah akan mulai diberangkatkan menuju Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah pukul 07.00 WAS dan berakhir pada sampai jam 17.00 sore kalau bukan hari Jumat. “Namun kalau nanti tanggal 8 Dzulhijjah bertepatan dengan Jum’at maka mulai pukul 07.00 pagi berakhir pukul 19.00,” imbuh Asep.   


Setelah jamaah menjalankan wukuf di Arafah, mereka melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah. Sebanyak tujuh bus akan disiapkan per maktab yang akan berputar sampai 8 kali. Tidak ada trip 1-2-3 seperti perjalanan dari Makkah ke Arafah. 


“Karena dari Arafah ke Muzdalifah kita starting pergerakan jamaah setelah adzan Magrib. Maka mereka bergerak ke Muzdalifah dan akan diselesaikan sampai habis jamaah dari Arafah,” tandas Asep. 


Dalam perjalanan dari Muzdalifah ke Mina, Asep menjelaskan Naqabah atau organisasi angkutan darat (organda) Arab Saudi hanya akan menyediakan 5 bus per maktab. Hal ini dikarenakan karena jarak Muzdalifah-Mina lebih pendek dibandingkan Arafah menuju Muzdalifah. Dengan jumlah 2.200 jamaah per maktab, akan diselesaikan dalam 9 putaran dengan 5 bus. 


“Juga perlu diketahui untuk Muzdalifah ke Mina, bus yang digunakan lebih banyak city bus atau bus shalawat sehingga kapasitasnya lebih besar. Di atas 60 penumpang masih sanggup, duduk dan berdiri,” terang Asep. 


Asep menyampaikan, untuk perjalanan dari Makkah ke Arafah, pihak Naqabah menyarankan agar jamaah duduk semua tidak berdiri tapi bus diisi penuh. Dengan berkapasitas 47 seat sampai 50 seat, maka secara matematis diperlukan 7 bus dengan 3 kali putaran guna mengangkut 758 jamaah.


Di setiap sektor juga disiapkan para petugas yang terdiri dari petugas dari seksi perlindungan jamaah (linjam) yang akan melakukan sweeping dan mengecek dari hotel ke hotel untuk memastikan sudah tidak ada orangnya semua. Para petugas tersebut yang akan berangkat terakhir kali ka Arafah. 


“Kita jamin walaupun ada 1 jamaah yang tertinggal, misalnya, kita antarkan ke sana. Kita siapkan bus sapu jagad untuk menuju Arafahnya,” jelas Asep.   


Haji adalah Arafah, demikian satu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Atas dasar tersebut, para imam mazhab sepakat bahwa jamaah haji wajib berwukuf di Arafah. Tanpa menjalani wukuf, maka haji tidak sah. Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Indonesia berusaha memastikan bahwa semua jamaah haji asal Indonesia menjalani wukuf di Arafah. Bagi mereka yang sakit, maka ada layanan safari wukuf, sementara bagi yang kondisi fisiknya tidak bisa dibadalkan, maka mereka dibadalhajikan.


Editor: Abdul Manap

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×