• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Nasional

HAJI 2024

Sejumlah Tantangan Petugas Haji 2024: Layani Lansia hingga Antisipasi Kematian

Sejumlah Tantangan Petugas Haji 2024: Layani Lansia hingga Antisipasi Kematian
Petugas Haji (Foto: MCH Kemenag)
Petugas Haji (Foto: MCH Kemenag)

Bandung, NU Online Jabar
Prosesi ibadah haji tahun ini diperkirakan akan didominasi oleh jamaah Lansia. Hal ini menimbulkan tantangan bagi petugas haji tahun 2024 untuk bersiap siaga dalam pelayanan.


Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Arsad Hidayat, menyampaikan sejumlah tantangan yang mungkin dihadapi para petugas haji tahun ini.


Pertama, diprediksi akan ada sekitar 45.000 jamaah haji Lansia pada tahun 2024, sehingga diperlukan penekanan pada pola pikir atau mindset dalam melayani Lansia bagi para petugas.


"Dalam melayani lansia, gambaran sederhana adalah melayani orang tua kita. Harus kita sambut, siapkan tempat terbaik, makanan terbaik, demikian pula pada jamaah lansia ini. Siapkan yang terbaik, layani dengan baik, komunikasi dengan bahasa yang baik, dan jangan sakiti mereka," katanya di hadapan 890 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang sedang mengikuti Bimtek PPIH Arab Saudi Tahun 1445H/2024M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (20/3/2024). 


Selain tantangan pada jamaah haji lansia, Arsad menuturkan bahwa pada 2023, jumlah jamaah haji yang wafat lebih dari 820.


"Angka tersebut merupakan angka tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan haji, sehingga menjadi PR bersama supaya mendukung jamaah haji dalam kondisi nyaman, beribadah nyaman, berangkat nyaman dan pulang nyaman," lanjutnya. 


Kondisi ini, lanjut Arsad, harus diantisipasi dengan memberikan alternatif ibadah bagi jamaah haji lansia dengan membuat perencanaan yang tepat, tanpa keluar dari ketentuan manasik. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka kematian jamaah haji bertambah signifikan setelah puncak haji karena faktor kelelahan. 


"Tentu ini menjadi PR, agar konsultan ibadah dan pembimbing ibadah membuat skema alternatif saat puncak ibadah haji," imbuhnya, dikutip dari laman Kemenag. 


"Apalagi tahun ini, pemerintah telah merespons masukan dari jamaah terkait Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Insyaallah jamaah haji tidak ada yang tinggal di Mina Jadid," ungkap Arsad.


Rencananya, jamaah haji Indonesia akan ditempatkan di sebelah tenda-tenda Malaysia di dekat negara-negara ASEAN. 


"Saya harap tim akomodasi perlu memastikan kondisinya, dan mengantisipasi potensi jamaah berdesakan," tambahnya. 


Selanjutnya, Arsad menjelaskan bahwa musim haji tahun ini masih di siklus musim panas, bahkan bisa sampai 50 derajat. 


"Ini pentingbagar disosialisasikan pada jamaah, pada saat kondisi panas sekali untuk mempertimbangkan afdhal dengan
mengabaikan kemaslahatan jiwa," tuturnya. 


Arsad juga berpesan agar keterlambatan transportansi Armuzna yang disediakan oleh Masyair tidak terulang kembali.


"Kita perlu menyiapkan transportasi, sehingga tidak ada keterlambatan bus di Armuzna. Berbagai tantangan tersebut perlu dipersiapkan dalam penyelenggaraan haji 2024," tandasnya. 


Nasional Terbaru