Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Rais Syuriah PWNU Jawa Barat Ungkap Tiga Hal Penting dalam Pendidikan

Rais Syuriah PWNU Jawa Barat Ungkap Tiga Hal Penting dalam Pendidikan
Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, KH Abun Bunyamin MA. (Foto: Ss Yt LP Maarif NU Jawa Barat TV).
Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, KH Abun Bunyamin MA. (Foto: Ss Yt LP Maarif NU Jawa Barat TV).

Purwakarta, NU Online Jabar

 

Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Abun Bunyamin mengungkapkan bahwa dalam pendidikan paling tidak dibutuhkan tiga hal, kurikulum, guru dan sarana. 

 

"Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mengakomodatif, baik dengan cara lama maupun cara baru. Al muhafadhotu ‘alal qodimis sholih nya kita pertahankan, Al akhdzu bil jadidil ashlah nya kita utamakan. Yang lama yang baik kita pelihara, yang baru yang lebih baik kita ambil," jelas kiai Abun dalam tausiyah penutupan Healing With Ramadhan LP Ma'arif Jawa Barat, Selasa (24/4) lalu yang disiarkan Youtube LP Ma'arif NU Jawa Barat TV.

 

Kiai Abun menjelaskan, Pendidikan itu adalah program strategis untuk masa depan, karena kalau ingin memperbaiki bangsa, memperbaiki umat tapi mengabaikan pendidikan, tidak ada artinya. Kalaupun maju itu hanya sesaat dan sifatnya labil. Namun kalau memprogram pendidikan yang baik untuk masa yang akan datang, maka bangsa dan negara ini akan berubah menjadi lebih baik. 

 

"Pertama kurikulum artinya berkaitan dengan konten. Konten pendidikan itu harus kita upayakan sesuai dengan kebutuhan kita.Tidak seperti pendidikan yang berjalan hari ini, menjadikan beban yang berat kepada anak-anak namun hasilnya minim. Oleh karena itu, kita harus pandai menyaji pendidikan dengan sebaik-baiknya," terang kiai Abun. 

 

Menurutnya, inti dari pendidikan LP Ma'arif adalah secara umum mengembangkan ilmu-ilmu yang dibutuhkan, secara khusus adalah mempertahankan akidah ahlussunah wal jamaah, baik menyangkut masalah fikir, harokah ataupun amaliah. 

 

Allah menyatakan dalam Alquran, wahai orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga dari neraka. Supaya anak-anak kita, generasi kita tidak masuk neraka, diantaranya akidahnya harus kita jaga, menjaga akidah ahli sunah wal jamaah. Karena itu yang hak, yang benar, kita yakin ahlu sunah wal jamaah an nahdliyah itu yang benar. 

 

"Maka didiklah anak kita denga akidah yang benar, akidah Asy’ari Al Maturidi, fiqihnya mahdzab yang 4, Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali, mayoritas di kita Syafi'i, dalam bidang akhlak dan tasawufnya merujuk kepada Al Ghazali, Al Junaedi Al Bagdadi dan Syeikh Abdullah Alawi Al Hadad," Tegasnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, kiai Abun juga menuturkan, kurikulum ini harus diolah sedemikian rupa, karena beban pelajaran anak banyak, kemampuan anak terbatas, waktunya juga terbatas. Akhirnya tidak kesana dan tidak ke sini, artinya tidak kemana-mana. Jadi ajengan tidak, jadi teknokrat tidak, jadi ilmuan tidak, akhirnya tidak menjadi apa-apa, karena terlalu beratnya beban pendidikan kepada anak. Ia berharap kepala sekolah dalam hal ini dibantu LP Ma'arif untuk menyajikan pendidikan sebaik-baiknya. 

 

"Kedua adalah yang menyangkut guru. Guru itu yang diutamakan adalah Mualim beneran yang mumpuni di bidangnya, Muadib yang selalu memberikan bimbingan adab dan akhlak, Murobi yang membimbing praktek dan amaliahnya bukan hanya teori, Mudaris yang pandai mengkaji terhadap masalah-masalah konten keilmuan, Muwahid atau seorang pemersatu artinya kita harus rukun, damai di dalam melaksanakan program pendidikan," ungkap kiai Abun. 

 

Mujahid, sambungnya, yang siap berkorban, karena LP Ma'arif itu rata-rata swasta, kalau tidak ada jiwa pengorbanan tidak akan bisa berhasil. Terakhir adalah Mujadid yang harus selalu merespon dengan positif terhadap pemikiran-pemikiran baru, artinya kita siap menginovasi pendidikan dengan sebaik-baiknya.

 

Kemudian ketiga adalah yang menyangkut sarana. Dahulu sekolah rakyat itu laku, sekarang ini sekolah harus bagus, lengkap dan memadai segala kebutuhan. Apalagi kalau punya tempat yang strategis, karena jaman sekarang tuntutannya seperti itu, guru-guru harus disiplin, anak punya output yang bagus, mampu bersaing dengan lembaga sekolah lain. 

 

Oleh karena itu, kiai Abun menyebut, perlu ada kerjasama dalam mengelola pendidikan ini, pemerintah, masyarakat dan orang tua. Pemerintah memberikan regulasi yang tidak memberatkan, masyarakat membantu secara finansial dan dukungan terhadap lembaga pendidikan, orang tua mendorong anaknya supaya masuk ke sekolah-sekolah binaan Ma'arif, karena kalau hanya anak yang didorong itu tidak kuat dorongannya, harus didorong juga oleh orangtuanya di rumah. Meskipun sekolah kita mahal, namun kedisiplinannya bagus, kualitas bagus, visi misinya jelas, kontenya pasti dan kerjasama networknya bagus, maka insyallah sekolah itu akan bertahan lama. 

 

Kiai Abun mengamanatkan kepada LP Ma'arif Jawa Barat harus bisa memberikan kontibusi yang positif buat kemajuan pendidikan di Jawa Barat. Perlu ada pemikiran-pemikiran yang sifatnya sinergik antara ulama yang ada di Nahdlatul Ulama dan para pemikir yang ada di perguruan tinggi dengan orang-orang yang punya tanggung jawab finansial dengan lembaga pendidikan, dengan pemerintah pemerintah yang selalu kita harapkan regulasi atau aturan yang dapat menunjang terhadap program kita. 

 

Pewarta: Riki Baehaki

Editor: Muhammad Rizqy Fauz

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×