• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 22 April 2024

Nasional

PWNU dan PCNU se-Jawa Barat Kecam Aksi Bom di Polsek Astana Anyar Kota Bandung

PWNU dan PCNU se-Jawa Barat Kecam Aksi Bom di Polsek Astana Anyar Kota Bandung
PWNU dan PCNU se-Jawa Barat Kecam Aksi Bom di Polsek Astana Anyar Kota Bandung
PWNU dan PCNU se-Jawa Barat Kecam Aksi Bom di Polsek Astana Anyar Kota Bandung

Cianjur, NU Online Jabar
Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Juhadi Muhammad mengecam keras tindakan pengeboman yang terjadi di Polsek Astana Anyar pada Rabu (7/12) pagi tadi. Ia menilai, saat ini Jawa Barat sedang mendapatkan musibah bencana malah justru ada orang-orang yang dengan sengaja memperkeruh suasana.


"Kami PWNU beserta seluruh PCNU se-Jawa Barat mengutuk keras aksi terhadap pengeboman yang terjadi di Kota Bandung tepatnya di Polsek Astana Anyar," tegasnya setelah menghadiri acar istighosah PWNU bersama seluruh PCNU dilingkungan Jawa Barat di Cianjur pada Rabu (7/12) sore.


Ia mengungkapkan, akibat dari pengeboman tersebut hingga menimbulkan korban jiwa baik yang luka-luka hingga meninggal dunia.


"Korban yang meninggal dunia dan yang korban luka-luka yang sedang melaksanakan apel. Beberapa polisi yang sebenarnya tidak tahu salahnya apa tapi mereka yang menjadi korban," jelasnya.


Sebagai informasi, tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB terjadi aksi pengeboman yang dilakukan oleh seseorang tak dikenal. Berdasarkan rekaman video yang beredar, ledakan bom terdengar oleh warga sekitar Polsek Astana Anyar. Warga yang mendengar ledakan tersebut langsung berhamburan ke luar bangunan. Tampak kondisi bagian depan Polsek Astana Anyar rusak. Dalam radius 200 meter dari lokasi juga tampak sudah dipasangi garis polisi.


Bukan hanya itu, hasil pantauan NU Online Jabar ada korban meninggal dunia 1 orang anggota, dan 10 orang lainnya luka-luka akibat dari peristiwa bom bunuh diri tersebut.


Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi


Editor:

Nasional Terbaru